Kini Karyawan Swasta Pria di Makkah Wajib Kenakan Baju Tradisional Thobe

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 26 194 1891833 kini-karyawan-swasta-pria-di-makkah-wajib-kenakan-baju-tradisional-thobe-MjQPYziaVV.jpg Pakaian tradisional Arab (Foto: Elle)

KETIKA masih bersekolah, memang sudah menjadi keharusan kita untuk mengenakan seragam. Namun tidak begitu ketika sudah bekerja, kecuali memang memiliki pekerjaan di instansi-instansi khusus pemerintahan yang biasanya mewajibkan pegawainya untuk memakai baju seragam tertentu saat bekerja.

Tapi, secara umum ketika bekerja seseorang bisa dengan bebas menentukan apa yang ingin dikenakan, selama itu masih rapi dan pantas untuk dikenakan ke kantor. Akan tetapi sepertinya kebebasan dalam berbusana untuk bekerja ini tidak berlaku bagi pria-pria di Arab Saudi. Mengapa demikian?

Seperti diwarta Elle, Kamis (26/45/2018) pasalnya pada Sabtu, 21 April lalu Pangeran Khaled Al-Faisal mengabarkan melalui laman akun Twitter resminya, bahwa para pria di Arab Saudi yang bekerja di Makkah, walaupun bekerja di sektor-sektor swasta harus  mengenakan pakaian tradisional  Thobe yang sudah menjadi pakaian untuk para pegawai pemerintah.

 (Baca Juga: Eyeliner Tetap Sempurna Usai Kecelakaan, Ulasan Perempuan Ini Jadi Viral)

Pakaian tradisional laki-laki Arab Saudi yang bernama Thobe ini sendiri terdiri dari busana berupa jubah panjang berwarna putih serta penutup kepala bermotif kotak-kotak kombinasi merah dan putih. Melihat adanya hal ini, beberapa pria Arab Saudi merasa keberatan lalu menumpahkan protes mereka tersebut ke salah satu media sosialnya, Twitter untuk mengeluh soal aturan pakaian yang tadinya hanya untuk para pegawai pemerintah namun kini telah berkembang untuk juga para karyawan pria di sektor swasta. Mereka mengeluhkan bahwa hal ini adalah sesuatu yang tidak adil bagi pihak luar untuk mendikte pilihan pakaian pribadi mereka.

Salah satu cuitan yang dilontarkan mengungkapkan bahwa yang terpenting pakaian yang mereka kenakan selama ini adalah pakaian santun dan tidak berlebihan. Ada juga yang menyebutkan bahwa alih-alih mengenakan pilihan pribadi, meminta para karyawan untuk mengenakan busana tradisional adalah hal yang tidak pada tempatnya. Selain itu, keluhan lain soal menyebutkan pada dasarnya busana Thobes tersebut bukan busana yang praktis untuk bekerja, kecuali dipakai oleh pria yang bekerja di bidang customer service dan berhadapan langsung dengan banyak orang, namun tidak praktis untuk semua jenis pekerjaan. Tidak hanya itu, ada juga yang menganggap bahwa hal ini merupakan bentuk dari sudut pandang yang sudah kuno.

  (Baca Juga: Tampilan 5 Anak Artis Indonesia yang Tak Kalah Fashionable dengan Ibunya, Super Imut!)

Sementara itu, para wanita di Arab Saudi yang secara tradisional diwajibkan untuk mengenakan abaya berwarna hitam menganggap bahwa penolakan soal dress code untuk para karyawan pria ini adalah sesuatu yang sedikit ironis. Mereka menuliskan cuitan di akun Twitter untuk melemparkan kembali hinaan yang dilontarkan kepada mereka-kaum wanita ketika dinilai belum cukup berpakaian secara tradisional.

"I have always thought of men wearing western clothes as cheap products for sale, while guys who wear modest and loose thobes have high morals and ethics and were raised well, exactly like a covered lollipop."

"Perfect, and the clothes better be loose and cover their hairy legs.

"And guys are crying, 'Why do women harass us?' Man--your body is the reason. It is not our fault if you are fascinating to us."

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini