nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlalu Baik di Tempat Kerja Bisa Bikin Sial, Kok Bisa?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 17:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 26 196 1891715 terlalu-baik-di-tempat-kerja-bisa-bikin-sial-kok-bisa-gMenglyUWy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEJAK kecil kita sudah diajarkan untuk berbuat baik kepada orang lain, jika ingin diperlakukan juga dengan baik. Seiring dengan bertambahnya usia, pola pikir ini pun diterjemahkan ke semua tempat, termasuk di tempat kerja.

Sayangnya, berbuat baik di tempat kerja bisa menjadi bumerang bagi kita. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan di Quora mengungkapkan, terlalu ramah di tempat kerja mungkin malah menghambat Anda. Lho kok bisa?

Melansir BusinessInsider, Kamis (26/4/2018), kita tidak boleh bersikap terlalu ramah di tempat kerja. Ada kalanya kita harus membela diri sendiri. Berikut adalah beberapa dampak negatif jika kita terlalu baik di tempat kerja menurut para pengguna Quora tersebut.

Jadi membosankan

Menjadi orang yang terlalu baik dapat dianggap pasif dan hambar. Sangat bagus untuk bersikap sopan, tetapi biarkan kepribadian kita bicara. "Orang-orang akan segera menilai Anda membosankan," kata Manish Barnwal.

 (Baca Juga: Sudah Mainstream Bikin Surat ala Dilan, Anak Kecil Ini Bikin Surat Cinta untuk Batagor)

Tidak dianggap

“Jika kita merasa sulit untuk mengatakan tidak, pada akhirnya orang akan menganggap kita selalu bisa, bahkan ketika kita mengatakan tidak. Mereka akan berulang kali mengganggu atau membujuk untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan,” jelas Adrija Subramanian.

Jika rekan kerja kita melihat kita sebagai seseorang yang tidak dapat mengatakan tidak, dia pun akan mencoba untuk meminta bantuan kepada kita, bahkan ketika kita sedang banyak kerjaan.

Dimanfaatkan orang lain

Christopher Kosel menuturkan, beberapa orang mungkin menganggap kebaikan kita sebagai tanda bahwa kita takut dengannya. Hal inilah yang membuat mereka percaya bahwa kita tidak akan membela diri sendiri, dan mereka pun akan mencoba untuk memanipulasi kita.

  (Baca Juga: Demi Bisa Ikut UNBK, Ibu Gendong Anaknya yang Sakit hingga Depan Kelas, Videonya Bikin Baper)

Dan begitu kita menuruti apa yang mereka minta, maka mereka akan mengecap kita "gampangan". “Jika kita memberi mereka pesan 'tidak apa-apa,' mereka akan berpikir mereka bisa melakukannya setiap saat,” kata Kosel.

Jika kita sulit untuk mengatakan tidak di kantor, kita bisa mendapatkan reputasi sebagai orang yang diandalkan di kantor. Memang baik, tapi jangan salah, orang mungkin salah menilai kita.

"Jika Anda memutuskan untuk berubah, orang akan kecewa jika kita menolak sesuatu, mereka akan berkata 'Kamu sudah berubah,'" kata Glauco Becaro.

Meskipun penolakan kita mungkin masuk akal, tapi kita akan dianggap egois karena bersikap tidak biasanya.

Dicurigai rekan sekerja

Tidak semua orang memandang kebaikan kita sebagai hal positif sepanjang waktu. Banyak yang akan mempertanyakan apakah kita memiliki motif tersembunyi kala berbuat baik.

“Sama seperti tidak ada yang namanya makan siang gratis, tidak mungkin ada yang namanya 'terlalu bagus' tanpa alasan,” kata Anila Syed.

Akibatnya, orang-orang pun mungkin mulai mempertanyakan apa sebenarnya motif kita, bahkan jika kita hanya mencoba berbuat baik. Terlalu baik mungkin juga membuat kita tidak bisa menjalin pertemanan sejati dengan bos dan rekan kerja. "Ini bisa membatasi kemampuan kita untuk membentuk koneksi yang berarti dengan orang-orang di sekitar," kata Brian Lewis.

  (Baca Juga: Inspiratif! Ini Kisah Hijrah Istri Ricky Harun, Herfiza yang Mantab Berhijab)

Tidak dihormati

Jika kita menjadi orang yang terlalu baik sepanjang waktu, ini akan menjadi stigma bagi diri kita sendiri. Kita pun akan diabaikan oleh orang lain. Fulin Wang menjelaskan, ketika kita berbuat baik kita akan mengharapkan orang berbuat hal yang sama ke kita, sayangnya kita tidak bisa menuntut hal yang sama ke mereka.

Buang-buang waktu

Jika kita menghabiskan waktu yang ada untuk berfokus membantu orang lain, maka kita akan kehabisan waktu untuk berkonsentrasi pada diri sendiri dan proyek yang kita kerjakan. Akibatnya, pekerjaan kita pun terbengkalai dan kita dituding buang-buang waktu.

Akan diabaikan

Jika kita terlalu baik dan sulit untuk berkata tidak, maka akan banyak kebutuhan kita yang tidak terpenuhi, lantaran terlalu didikte. Itu bisa membuat Anda merasa tidak puas di tempat kerja. “Selama kita sulit berkata tidak, maka kita tidak akan pernah ditempatkan di tempat yang kita inginkan,” tulis Stern.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini