nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Ogah Sarapan Bikin Anda Menggendut

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 09:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 26 481 1891573 ternyata-ogah-sarapan-bikin-anda-menggendut-59tqg00B7L.jpg Sarapan bersama-sama (Ilustrasi: Broadsheet)

APAKAH Anda terbiasa melewatkan sarapan? Hati-hati, meninggalkan sarapan malah akan menjadi boomerang bagi para pecinta diet.

Sebuah penelitian menemukan bahwa Anda akan lebih cenderung menambah berat badan anda dan memiliki ukuran pinggang yang lebih besar.

 Baca juga: Inilah 5 Wajah Pria Paling Tampan di Dunia yang Pesonanya Tak Pernah Luntur

Melansir Indiatvnews, Kamis (26/4/2018), Penelitian tersebut menunjukan bahwa 26,7% orang yang melewatkan sarapan mengalami obesitas, dibandingkan dengan 10,9% dari mereka yang sering sarapan.

 Breakfast (Reuters)

"Konsumsi sarapan yang jarang dikaitkan dengan indeks obesitas sentral dan kenaikan berat badan, dengan asosiasi ini menjadi lebih jelas pada individu yang tidak pernah makan sarapan," kata peneliti dari Mayo Clinic di AS, Kevin Smith.

Selain itu, mereka yang tidak pernah sarapan cenderung mengalami kenaikan berat badan terbesar selama setahun terakhir.

Untuk penelitian ini, tim menelusuri kebiasaan sarapan dari 347 orang dari tahun 2005 hingga 2017. Para peserta, yang berusia 18 hingga 87 tahun, diukur untuk tinggi badan mereka, berat badan, pinggang dan lingkar pinggul.

 Baca juga: Pramugari Cantik Asal Taiwan Ini Sedang Berlibur di Bali, Foto-Foto Seksinya Bikin Salah Fokus

Diet (Shutterstock)

Studi ini juga menemukan, mereka yang melewatkan sarapan mereka memiliki pinggang rata-rata 97,5 cm, 9,8 cm lebih besar daripada mereka yang sarapan dalam 5 hingga 7 kali seminggu, bahkan ketika usia, jenis kelamin dan massa tubuh dipertimbangkan.

"Temuan kami pada kesehatan orang dewasa yang konsisten yang sebelumnya dipantau pada masa muda, menguatkan konsep tersebut bahwa konsumsi teratur sarapan merupakan kontributor terpenting dan independen dari berat badan yang sehat di semua usia," ujarnya.(rzy)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini