Takut Bawa Anak untuk Vaksin? Begini Penjelasan Dokter

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 26 481 1891637 takut-bawa-anak-untuk-vaksin-begini-penjelasan-dokter-lvT9rJvA7A.jpg Ilustrasi (Foto: Indiantimes)

SALAH satu alasan orangtua khususnya para ibu tidak membawa bayi atau anaknya untuk melakukan vaksin adalah reaksi pasca vaksin. Demam dan anak menjadi lebih rewel biasanya terjadi setelah pemberian vaksin dilakukan.

Demam memang kerap terjadi pada bayi atau anak setelah vaksin, tapi ibu tidak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, menurut DR. Dr. Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), M. TropPaed, tidak semua vaksinasi menyebabkan reaksi demam.

“Jadi tidak semua vaksin memberikan reaksi demam. Vaksin yang biasanya memberikan reaksi demam lumayan tinggi suhunya adalah vaksin DPT, karena salah satu komponen di dalamnya. Ketika anak demam setelah pemberian vaksin DPT suhu tubuhnya 36,5-37,5 derajat celcius,” jelasnya pada Okezone dalam acara Seminar Media Pekan Imunisasi Dunia 2018, di Gedung Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Jakarta, Rabu 25 April 2018.

Masih dalam penjelasannya, Dr. Hindra menambahkan ada jenis vaksin DPT lainnya yang bisa menyebabkan demam lebih tinggi dari biasanya. Bahkan, suhu tubuh setiap anak akan berbeda, bisa mencapai 40 derajat celcius kehangatannya.

“Pada vaksin DPT yang seluruh kelompok komponen bakterinya, itu suhunya individual, ada yang 38, 39, bahkan 40 celcius, tapi biasanya satu malam saja berlangsung demamnya. Kalau nggak ada riwayat kejang dalam keluarga, biasanya anak hanya akan demam semalaman, lalu setelah diberikan obat demam, besoknya sudah kembali normal lagi suhu tubuhnya,” imbuhnya.

(Baca Juga: Jelang Ramadan, Awkarin Ubah Tampilan dengan Mengenakan Hijab, Cantik Deh!)

Normalnya, demam yang terjadi pada anak setelah vaksin memang hanya semalam persis seperti yang dijelaskan Dr. Hindra. Namun, Dr. Hindra menambahkan, jika demam yang terjadi lebih dari semalaman, maka anak harus kembali dibawa ke dokter, mungkin hal tersebut terjadi bukan disebabkan oleh vaksin, melainkan efek dari masa inkubasi suatu penyakit penyebab demam.

“Tapi, dilain pihak ada juga vaksin yang menimbulkan demam selain DPT, seperti vaksin campak. Demam yang terjadi pada anak justru muncul seminggu setelah pemberian vaksinnya, suhu tubuh anak ketika demam pun hanya sekira 37,5-38 derajat celcius saja,” tambahnya.

(Baca Juga: Pramugari Cantik Asal Taiwan Ini Sedang Berlibur di Bali, Foto-Foto Seksinya Bikin Salah Fokus)

Selain vaksin DPT dan campak, vaksin MR juga bisa menyebabkan demam. Namun, untuk vaksin DPT menurut DR. Hindra sekarang telah ada yang generasi barunya, sehingga suhu tubuh anak ketika demam yang terjadi bisa lebih rendah suhunya, tidak tinggi lagi seperti biasanya.

“Ndak usah khawatir, kita ada produk yang demamnya minimal,” pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini