nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anemia Jangan Dianggap Sepele, Simak Cara Mencegah dan Mengatasinya

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 27 April 2018 07:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 26 481 1891853 anemia-jangan-dianggap-sepele-simak-cara-mencegah-dan-mengatasinya-0YG0zytcOs.jpg Ilustrasi anemia (Foto: Healthline)

DARAH adalah salah satu komponen penting di dalam tubuh. Sebab darahlah yang mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Maka dari itu, jumlah darah di dalam tubuh harus terkontrol agar berfungsi dengan baik, entah itu jumlah sel darah merah maupun sel darah putih.

Kurangnya jumlah darah dapat memicu berbagai penyakit. Contohnya adalah anemia dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) lebih rendah dari jumlah normal. Seseorang dikatakan terkena anemia apabila kadar Hb <12mg/dL pada perempuan, <11mg/dL pada ibu hamil, serta <13mg/dL pada laki-laki.

Di Indonesia, anemia memengaruhi 1 dari 5 orang. Namun kebanyakan tidak sadar bila dirinya mengalami tersebut karena terkadang gejalanya tidak terlihat.

 (Baca Juga: Pramugari Cantik Asal Taiwan Ini Sedang Berlibur di Bali, Foto-Foto Seksinya Bikin Salah Fokus)

"Tanda paling umum yang bisa disadari adalah kurangnya produktivitas karena kekurangan oksigen, mudah pusing, mengantuk, dan mata berkunang-kunang. Kondisi ini terkadang dianggap biasa, baru sadar ketika terlihat pucat itu artinya sudah lebih berat," tutur Prof. Dr. Endang L. Achadi, spesialis dokter gizi medik saat ditemui dalam konferensi media terkait kampanye "Indonesia Bebas Anemia" yang digagas oleh Merck, Kamis (26/4/2018) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

 

Lebih lanjut Prof Endang menjelaskan bila penyebab utama terjadinya anemia di negara berkembang termasuk Indonesia adalah kekurangan zat besi dengan jumlah presentase mencapai 60%.

"Zat besi paling bagus itu dari produk hewani, di sayuran juga ada tapi enggak banyak dan enggak semuanya terserap. Daging, hati ayam, dan hati sapi adalah sumber makanan yang mengandung banyak besi dan protein. Sedangkan di masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa dikatakan jarang konsumsi daging, di masyarakat ekonomi menengah ke atas belum tentu konsumsi makanannya tepat," jelasnya.

Profesor yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik itu mengingatkan agar masyarakat lebih memerhatikan kondisi kesehatannya terutama jumlah darah di dalam tubuh. Bahkan bila diperlukan melakukan pemeriksaan rutin. "Anemia adalah masalah cukup besar tapi tidak terlihat. Saat anemia, oksigen ke otak kurang sehingga kebugaran turun dan prestasi di sekolah juga menurun karena tidak konsentrasi. Selain itu kinerja dan produktivitas ikut menurun, begitu juga dengan daya tahan tubuh sehingga mudah infeksi," tambahnya.

Sementara itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi anemia. Pertama konsumsi makanan sehat dan seimbang terutama makanan yang tinggi zat besi, protein, dan vitamin. Selanjutnya istirahat cukup dan olahraga teratur. Terakhir mengonsumsi suplemen zat besi atau tablet tambah darah.

 (Baca Juga: Jelang Ramadan, Awkarin Ubah Tampilan dengan Mengenakan Hijab, Cantik Deh!)

"Minum tablet tambah darah hingga kini memang masih menjadi kontroversi karena banyak yang takut darahnya bertambah atau tekanan darahnya naik. Padahal, tablet tambah darah tidak berbahaya bila diminum sesuai anjuran kecuali jika mereka memiliki penyakit Thalassemia dan Hemoxhromatosis. Selain itu, tubuh mempunyai mekanismenya sendiri sehingga bila penyerapan zat besi berlebih maka akan dikeluarkan melalui feses," pungkas Prof Endang.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini