nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada, Ibu Hamil Terkena Anemia Berisiko Alami Pendarahan hingga Bayi Lahir Cacat

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 27 April 2018 05:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 26 481 1891855 waspada-ibu-hamil-terkena-anemia-berisiko-alami-pendarahan-hingga-bayi-lahir-cacat-Mst6xnCOvN.jpg Ilustrasi (Foto: Healthline)

ANEMIA adalah masalah besar yang tidak terlihat. Tak sedikit penderita anemia yang tidak menyadari dirinya kekurangan sel darah merah. Gejala seperti pusing, mudah lelah, mengantuk, dan hilang konsentrasi dianggap biasa. Terlebih tubuh memang dapat beradaptasi terhadap kurangnya sel darah merah dan bisa baru menunjukkan tanda setahun ke depan.

Anemia rentan terjadi pada perempuan terutama mereka yang berusia 15-40 tahun. Berdasarkan data, jumlah penderita anemia di Indonesia terbanyak kelima di dunia. Tentu ini bukan prestasi yang membanggakan. Penyebab paling utama anemia adalah kekurangan zat besi.

Menurut penuturan spesialis gizi medik, Prof. Dr. Endang L. Achadi, remaja putri rentan mengalami anemia karena cepat berkembang dan melakukan banyak aktivitas sehingga kebutuhan akan zat besi meningkat tajam terlebih mereka masih mengalami yang namanya menstruasi. "Bila tidak diimbangi dengan pemasukan zat besi bisa berisiko kekurangan. Sama halnya ketika mengalami haid kalau tidak diimbangi dengan pemasukan zat besi akan defisit sel darah merah," tuturnya saat dijumpai dalam sebuah acara, Kamis 26 April 2018.

(Baca Juga: Jelang Ramadan, Awkarin Ubah Tampilan dengan Mengenakan Hijab, Cantik Deh!)

Sementara itu, Prof Endang mengatakan bila 1 dari 3 ibu hamil berisiko terkena anemia. Kondisi ini tentu berpengaruh kepada janin yang sedang dikandungnya bahkan bisa hingga ke cucunya apabila bayinya berjenis kelamin perempuan. Bayi yang dikandung oleh ibu anemia berat badannya bisa kurang dari 2500 gram. Selain itu, bayi juga berisiko mengalami anemia.

"Bayi usia 4-6 bulan sudah bisa mengalami anemia dan apabila tidak segera diatasi IQ-nya bisa turun 10-12 poin sehingga berpengaruh terhadap ketangkasannya kelak. Bayi yang lahir prematur juga bisa berisiko sakit dan meninggal. Lalu pada saat melahirkan ibu yang anemia berisiko mengalami pendarahan hebat yang sulit dihentikan," terang Prof Endang.

(Baca Juga: Pramugari Cantik Asal Taiwan Ini Sedang Berlibur di Bali, Foto-Foto Seksinya Bikin Salah Fokus)

Masalah yang lebih pelik mengintai bila bayi yang mengalami anemia pada rentang usia 0-2 tahun tidak ditangani maka penurunan kemampuan kognitif atau kecerdasannya bersifat permanen atau tidak dapat kembali normal sehingga terbawa sampai dewasa. Bisa dibayangkan apa yang dapat terjadi jika bayi yang dikandung ibu anemia adalah perempuan. Masalahnya bisa menurun hingga ke generasi ketiga.

"Ibu hamil harus memerhatikan asupan nutrisi yang diterimanya terutama pada saat trimester pertama dimana cikal bakal organ tubuh dibentuk. Ketika dirinya terkena anemia maka terjadi kekurangan zat besi dan asam folat yang dapat membuat bayi lahir cacat atau ukuran otaknya kecil," tambah Prof Endang.

Maka dari itu, baik remaja putri maupun ibu hamil disarankan meminum tablet tambah darah secara rutin seminggu sekali. Pada remaja putri tablet ini dibutuhkan terutama pada saat menstruasi karena fungsinya menggantikan darah yang keluar. Sedangkan pada ibu hamil, tablet ini tidak berbahaya malah justru membantu memenuhi kebutuhan zat besi dan asam folat terhadap perkembangan janin.

(hel)

Berita Terkait

Seputar Anemia

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini