Hati-Hati, Ada Selada Mengandung Bakteri E.Coli

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 27 April 2018 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 27 481 1892053 hati-hati-ada-selada-mengandung-bakteri-e-coli-PtP7eqFOl8.jpg Selada. (Foto: Bloomberg)

MEMLIH makanan yang akan kita konsumsi memang sangat penting untuk menjaga kesehatan. Pasalnya, meskipun fisik kita sehat, namun kondisi tubuh bagian dalam, seperti usus, sangat rentan terkena penyakit.

Bahkan, makanan yang kita anggap sehat seperti sayuran, masih mungkin terpapar oleh bakteri, seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Banyak masyarakat Amerika terpapar bakteri E Coli, setelah mengonsumsi selada, yang notabene adalah makanan sehat.

Berdasarkan data yang dihimpun secara keseluruhan, ada 84 pasien yang dirawat di 19 negara bagian berbeda akibat bakteri E Coli yang disebarkan oleh selada ini.

Baca Juga: Pramugari Cantik Asal Taiwan Ini Sedang Berlibur di Bali, Foto-Foto Seksinya Bikin Salah Fokus

 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, CDC, pun langsung meminta masyarakat untuk menghindari mengonsumsi selada romaine atau selada cos. Himbauan ini dikeluarkan akibat adanya wabah bakteri E Coli dan telah memaksa 31 orang dilarikan ke rumah sakit.

News Picture: CDC Broadens Romaine Lettuce Warning as E. Coli Outbreak Continues

Melansir Time, Jumat (27/4/2018), juru bicara CDC, Brittany Behm, mengatakan bahwa peneliti masih mencoba mencari tahu apakah strain E Coli ini lebih ganas daripada bentuk bakteri E Coli lainnya.

Infeksi E coli biasanya menyebabkan masalah gastrointestinal atau masalah dalam sistem pencernaan, sebut saja diare dalam kurun waktu sekitar satu minggu. Pada beberapa kasus, infeksi bakteri E Coli dapat menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang disebut sindrom uremik hemolitik.

Baca Juga: Bermahkotakan Siger Sunda, Aura Kecantikan 4 Selebriti Ini Terpancar saat Jadi Pengantin

Tercatat, sekira 10 persen pasien melaporkan mengalami komplikasi sindrom uremik hemolitik ini. Hasil penelitian sementara, pejabat CDC mengatakan wabah E Coli berasal dari tanaman selada cos yang ditanam di Yuma, Arizona.

Guna mengindari masalah ini, pemerintah AS melalui CDC pun menghimbau kepada semua konsumen untuk tidak mengonsumsi selada cos, dan menghindari mengonsumsi selada cos di restoran, kecuali jika dapat memastikan bahwa selada cos tersebut tak bersumber dari Yuma.

Adapun ciri khas selada cos yang sedang dilarang untuk dikonsumsi itu memiliki ciri fisik menyerupai krop, seperti tipe selada kepala. Tetapi krop pada tipe selada rapuh (selada cos) berbentuk lonjong dengan pertumbuhan meninggi, daunnya lebih tegak, dan kropnya berukuran besar dan kurang padat.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini