nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Camilan Bermicin Bikin Ketagihan, Kenali Penyebab dan Dampaknya Jika Terlalu Banyak!

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 29 April 2018 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 27 481 1892152 camilan-bermicin-bikin-ketagihan-kenali-penyebab-dan-dampaknya-jika-terlalu-banyak-n17jJzuWvB.jpg Ilustrasi (Foto: Readers Digest)

MENYANTAP makanan ringan alias mengemil misalnya keripik kentang, kerupuk, atau ciki-cikian di saat-saat sedang bersantai memang jadi kesenangan banyak orang.

Namun tidak dipungkiri, camilan ringan yang selama ini kebanyakan orang konsumsi pada umumnya hadir dengan kandungan Monosodium Glutamat atau lebih dikenal sebagai MSG.

Kehadiran kandungan MSG inilah yang biasanya membuat kita susah untuk berhenti saat mengonsumsi camilan, atau dengan kata lain ketagihan dibuatnya. Kalau belum merasa puas atau kekenyangan ya belum berhenti, begitu istilahnya.

Namun sebenarnya, apakah yang membuat camilan atau makanan ringan dengan MSG di dalamnya ini kerap membuat ketagihan? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka Okezone pun bertanya kepada dr.Dian Permatasari, M. Gizi, SpGK, dokter spesialis gizi.

“Kenapa bikin nagih? Ya karena MSG itu kan fungsinya memang sebagai penguat rasa, rasa gurih ya jadi orang akan terasa lebih enak saat memakan camilan tersebut. Namun ya bukan semata-semata hanya karena ada MSG nya saja, tapi kan ada penguat rasa yang lain di camilan itu,” ungkap dr. Dian saat dihubungi via sambungan telefon baru-baru ini.

Selama ini MSG selalu dikaitkan dengan bahayanya untuk kesehatan, nah sekiranya apakah efek negatif yang bisa ditimbulkan jika MSG yang salah satunya biasa dikonsumsi melalui makanan ringan ini dikonsumsi dengan berlebihan dan dalam intensitas yang sering alias dikonsumsi terus menerus?

“Kalau dikonsumsi berlebihan dan terus menerus ya itu harus dikurangi ya, efeknya bisa mengurangi cairan di tubuh, bengkak, bisa hipertensi juga. Selain itu biasanya akan bikin lebih cepat merasa haus, nyeri perut keram perut bisa sampai diare. Takaran satu hari makan garam itu kan sebetulnya hanya 5 gram atau sekira 1 sendok teh, jika berlebihan harus diimbangi dengan pola hidup sehat misalnya minum air mineral yang banyak, olahraga, makan makanan lainnya yang sehat,” tambahnya.

Soal MSG yang menjadi momok karena bahayanya tersebut, dr. Dian meluruskan sebetulnya MSG ini tidak semerta bersifat tidak baik dan tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Sebab, kandungan garam yang terdapat dalam MSG nyatanya lebih rendah dibandingkan dengan garam dapur biasa.

“Sebenarnya MSG itu sih enggak jelek-jelek amat ya buat kesehatan. MSG itu sebenarnya garamnya lebih sedikit dibandingkan garam dapur biasa, ada proteinnya juga sedikit. Nah komponen garam (natrium) dalam MSG itu sekitar 13 persen, lebih rendah dibandingkan garam dapur yang 39 persen. Jadi bisa ditambahkan untuk orang-orang yang hipertensi atau sedang diet rendah garam. Namun ingat penggunannya harus bijak ya, MSG itu bukan pengganti garam,” pungkasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini