nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Batik Kace Timur Khas Bangka yang Mulai Mendunia

Arsan Mailanto, Jurnalis · Minggu 29 April 2018 20:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 29 194 1892617 melihat-batik-kace-timur-khas-bangka-yang-mulai-mendunia-fxPK65XwlE.jpg Batik Kace Timur (Foto: Arsan/Okezone)

BANGKA Belitung (Babel) yang kaya akan sumber daya alamnya, ternyata mampu melahirkan ide-ide kreatif bagi masyarakat untuk menuangkannya menjadi produk khas lokal. Produk yang menjadi motif kain batik sehingga menjadi produk unggulan daerah yang sudah dipamerkan di luar negeri.

Ditemui dalam kegiatan Bangka Expo 2018, menampilkan produk motif kain batik khas Kace Timur, yang mana kain batik tersebut ditampilkan di Singapura. Kepala Desa Kace Timur, Risanda mengatakan ide kreatifnya muncul karena dirinya termotivasi untuk mengangkat Batik di Kace Timur menjadi Batik khas Bangka dengan motif produk lokal Bangka.

"Ide tersebut muncul berawal dari waktu saya beserta istri ditugaskan PKK untuk pergi mempelajari batik di Yogyakarta. Pasca kepulangan kami dari situ saya termotivasi untuk mencoba mengangkat batik di Kace Timur," ujarnya kala menampilkan batik khas Kace Timur di Bangka Expo 2018, Sabtu (28/4/2018).

 (Baca Juga: Mengenal Kerito Surong, Permainan Tradisional Khas Bangka yang Seru untuk Dicoba)

Risanda mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah menciptakan batik dengan 4 motif berbeda terdiri dari daun simpur, rusip, kantung semar, dan terung ketukat, yang memiliki nilai-nilai dari kandungan kekayaan daerah khas lokal. Menurutnya, keempat motif tersebut sudah mendapat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari pusat, dan juga telah diinformasikan melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinakerperindag) Kabupaten Bangka ke pihaknya.

 

"Hak paten Batik Kace Timur sudah dilakukan pengajuan tahun lalu dari pihak kita melalui Dinakerperindag. Lalu ditindaklanjuti sampai ke pusat, setelah itu kita dapat kabar dari Kabupaten bahwa Kace Timur sudah empat motif yang disahkan Hak Patennya," terang Risanda.

Dirinya juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Bangka karena pihaknya dapat menginformasikan produknya lebih luas, dan mendapatkan perhatian dari para investor batik lokal maupun manca negara.

  (Baca Juga: Bikin Ngakak! Jajanan Tradisional Ini Namanya Jorok dan Mesum)

"Saya berteima kasih kepada Pemkab, saya harap menemukan para kolektor baru. Seperti halnya kemarin kita melakukan kerjasama dengan Singapura, dengan kesepakatan mereka ingin menampilkan produk kita ditampilkan di salah satu galeri mereka di sana," tukasnya.

Kemudian Risanda berharap agar para kolektor Batik mengetahui bahwa Bangka sudah memiliki Batik Tulis, sehingga para investor batik dapat mengetahui lebih dalam terhadap Kabupaten Bangka ini. Perihal harga, Risanda menyebutkan secara keseluruhan batik memiliki variasi tertentu yang berdasarkan jenis, motif serta tingkat kesulitan.

Kalau Batik Tulis sendiri pada dasarnya memiliki harga sedikit mahal dibanding Batik Cap karena mengingat tingkat kesulitan dalam membuatnya. Kalau jenis Batik Cap itu bahannya dengan ukuran 2x1 meter Rp250.000.

"Sedangkan yang sudah dijadikan baju Rp350 ribu untuk lengan pendek dan Rp400 ribu untuk lengan panjang. Pada Batik Tulis bahannya dengan ukuran dua kali satu meter Rp300 meter, dan baju lengan pendek Rp400 ribu, serta Rp450 ribu untuk lengan panjang," tandasnya

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini