nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Doyan Begadang? Risiko Kematianmu Bisa Naik 10% Lho!

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 30 April 2018 11:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 30 481 1892779 doyan-begadang-risiko-kematianmu-bisa-naik-10-lho-os0FNL3K4i.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

RUTINITAS pekerjaan yang tinggi terkadang memaksa kita bekerja hingga larut malam. Bahkan, di beberapa tempat para pekerjanya harus menjalani tugas malam, lantaran tingginya load pekerjaan.

Padahal, survei yang dilakukan terhadap 430 ribu orang di Inggris Raya mencatat, mereka yang terbiasa begadang atau tidur terlalu larut, lebih berisiko meninggal dunia di usia muda daripada mereka yang terbiasa memiliki jam hidup normal.

Studi tersebut dilakukan selama 6,5 tahun terakhir oleh dua orang peneliti yakni Malcolm van Schantz dari University of Surrey, dan Kristen Knutson dari Northwestern University of Chicago. Melansir Bangkokpost, Senin (30/4/2018), kedua peneliti itu melakukan survei terhadap 430 ribu orang dengan rentang usia 38-73 tahun di Inggris Raya.

Baca Juga: Mandi dengan Sabun dan Sampo Buruk Bagi Kesehatan, Apa Alasannya?

Sebanyak 27% responden, menyatakan diri mereka sebagai ‘morning person’, sebanyak 35% mengaku lebih banyak beraktivitas di pagi daripada sore hari, sementara 28% mengaku beraktifitas di malam hari lebih banyak daripada pagi hari, dan 9% mengklaim sebagai orang malam.

 

(Foto: Shutterstock)

Kedua peneliti itu juga memasukkan variabel berat badan, kebiasaan merokok, serta status sosial ekonomi para responden. Angka kematian di antara responden tercatat sebanyak 10.500 selama penelitian 6,5 tahun.

Hasilnya, kelompok yang terbiasa hidup pada malam hari berisiko lebih tinggi 10% untuk meninggal dunia dari mereka yang terbiasa beraktivitas di pagi hari. Selain itu, mereka yang bekerja malam lebih rentan terhadap kelainan psikologis, diabetes, masalah perut serta pernapasan, dan insomnia.

Baca Juga: 5 Camilan Khas Indonesia Ini Go Internasional Buntuti Rendang

Kelompok yang terbiasa begadang juga cenderung merokok, meminum kopi serta alkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang, agar terjaga di malam hari. Knutson menerangkan, orang-orang yang terbiasa hidup di malam hari memiliki jam biologis yang tidak sesuai dengan lingkungan eksternal.

(Foto: Businesswire)

“Gangguan tersebut bisa saja stres secara psikologis, makan di jam yang salah, tidak cukup berolahraga, tidak cukup tidur, dan kesepian terjaga di malam hari sendirian hampir pasti menggunakan narkotika atau meminum alkohol,” ujar Knutson.

Malcolm dan Kristen pun menyarankan agar mereka yang terbiasa begadang di malam hari agar mendapatkan perlakuan khusus, salah satunya adalah dengan memberikan jam kerja yang lebih fleksibel, misalnya tidak dibangunkan hanya untuk berganti shift.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini