Kenali Ciri Korban Keracunan Miras Oplosan agar Tak Terlambat Ditangani Medis

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 30 April 2018 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 30 481 1892984 kenali-ciri-korban-keracunan-miras-oplosan-agar-tak-terlambat-ditangani-medis-1KPB1SZZuC.jpg Ilustrasi (Foto: Thespruce)

BANYAK kasus orang tak terselamatkan usai menenggak minuman keras (miras) oplosan. Hal itu disebabkan telatnya penanganan terhadap para korban, lalu bagai cara penanganan korban miras oplosan.

Shelly Iskandar Psikiater FK Unpad menuturkan reaksi keracunan miras oplosan rata-rata dalam kurun waktu setelah 12 jam usai menenggak miras oplosan itu.

Ia menuturkan, dari kebanyakan kasus, kebanyakan korban menenggak miras oplosan dengan campuran methanol, yang berbahaya bagi tubuh.

"Alkohol ada dua etanol dan metanol, dua duanya bahaya. Tapi kalau metanol ini kebadannya merusaknnya lebih hebat lagi. Istilahnya sekumur 10 mili bisa bikin orang mati. Metanol itu disatuin dengan air jadi ga akan ketahuan," katanya kemarin ini.

Untuk membedakan korban keracunan miras oplosan, dikatakannya memang agak sulit. Karena efek yang terjadi setelah menenggak miras oplosan ini, hanya mual dan pusing. Dua hal ini lumrah terjadi.

"Kalau orang awam agak susah, karena memastikan diagnosisnya susah. Tapi kalau keluarganya tahu pengguna alkohol (ada gejala) cepet-cepet di bawa ke rumah sakit itu sesuatu yang perlu diobatin," ungkapnya.

(Foto: Sindonews)

Baca Juga: Untuk Perempuan Milenial, Waspadai 5 Gejala ISK biar Tidak Sering Anyang-anyangan

Belum lama ini, Tim Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (TKJM) Jawa Barat bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Bandung beserta Departemen Psikiatri FK UNPAD dan RS Melinda 2, menggelar Master Class Up date on Methanol Poisoning.

Acara tersebut di inisiasi, terkait maraknya orang tewas akibat menenggak miras oplosan.

Dalam acara tersebut, di paparkan, setidaknya ada enam point yang menyebabkan kematian akibat minuman keras oplosan, yang diantaranya pertama ada waktu yang lama yaitu sejak mulai minum miras oplosan sampai timbul gejala ( 12 sampai 24 jam), kedua, korban sering terlambat mendapatkan pertolongan medik, bila datang sudah dalam keadaan penurunan kesadaran biasanya mempunyai prognosa yang buruk.

(Baca Juga: Viral Pernikahan Pasangan SMP, Netizen Salah Fokus ke Make Up Manten

Ketiga penegakkan diagnosa keracunan miras oplosan tidak mudah karena keluhan dan gejala yang ditampilkan bervariasi dan dapat meniru berbagai gangguan lain, keempat pengalaman klinik tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baik di PPKI atau Puskesmas dan PPK 2 atau RSU D dalam hal penanganan keracunan miras oplosan masih kurang. Kemudian kelima saat diagnostik dan pilihan terapi di fasilitas kesehatan terapi terbatas.

Dan terakhir, toksisita, morbiditas dan mortalitas miras oplosan sangat tinggi. Penatalaksanaan awal yang cepat dan tepat merupakan kunci keberhasilan dalam menyelamatkan korban dari kematian.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini