Teknik-Teknik Modifikasi Tubuh Ekstrem, Salah Satunya Digantung Seperti Daging di Pasar

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 02 Mei 2018 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 01 194 1893381 teknik-teknik-modifikasi-tubuh-ekstrem-salah-satunya-digantung-seperti-daging-di-pasar-AdFPVArVE4.jpg Modifikasi tubuh ekstrem (Foto: Dailystar)

MEMILIKI anggota tubuh yang lengkap dan sempurna adalah anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa yang tidak tiada taranya. Namun, ada juga manusia yang tidak puas dan berusaha mengubah bentuk tubuh sesuai dengan keinginannya.

Mengutak-atik tubuh bukan lagi untuk tujuan keagamaan seperti yang dilakukan kaum primitif ribuan tahun lalu. Ryoichi Keroppy Maeda mengatakan, kelahiran era komputer pada dekade 1990 turut menyumbang adanya tren modifikasi tubuh manusia.

“Demikian kenapa saya masuk ke dunia ini. Saya terpengaruh oleh apa yang saya baca di internet dan mulai keliling dunia untuk bertemu orang-orang di konvensi rahasia,” ujar pria yang mempopulerkan ‘Kepala Bagel’, melansir dari Daily Star, Rabu(2/5/2018).

 (Baca Juga: 5 Parfum Ini Miliki Wangi Aneh, dari Aroma Lobster hingga Rumah Duka)

Maeda menemukan ‘Kepala Bagel’ yang diperkenalkannya ke dunia lewat seorang teman di konvensi tersebut. Perubahan bentuk tubuh itu dilakukan dengan cara menyuntikkan larutan garam ke dalam dahi selama satu jam. Dampaknya, kulit akan menggembung seperti balon air dan dapat dibentuk sesuka hati, termasuk berbentuk bagel.

Keroppy Maeda kemudian mengenalkannya dalam sebuah pertemuan lain di Tokyo, Jepang. Ide tersebut cepat ditangkap oleh banyak orang, terutama anak-anak muda. Ia pun menciptakan tren lainnya, yakni teknik piercing yang ekstrem yang disebut ‘suspension’.

 

Teknik tersebut dilakukan dengan cara menindik bagian tubuh dari besi-besi yang biasa digunakan untuk menggantung daging. Orang yang hendak ditindik akan diangkat ke udara dengan menggunakan gantungan yang ditancapkan ke tubuh hingga membentuk pola berbeda.

  (Baca Juga: Seksinya 4 Aktor Korea di Serial Drama dalam Balutan Jas, Mana Favoritmu?)

Ryoichi tidak berhenti sampai di situ. Ia juga mengenalkan satu tren lain, yakni menanamkan batang besi kecil ke dalam kepala yang disebut ‘trepanning’. Tentu untuk menanam besi perlu dibuat lubang-lubang kecil di tengkorak. Ryoichi menyebut lubang-lubang tersebut dapat memperluas pemikiran.

Tidak ada yang tahu kapan tren modifikasi tubuh ini akan berakhir, begitu juga dengan Ryoichi Maeda. Ia begitu yakin bahwa trepanning dan teknik modifikasi lainnya akan menjadi batu loncatan bagi modifikasi tubuh yang lebih ekstrem di masa depan. Menurutnya, modifikasi bentuk otak manusia pun kelak bukan lagi sesuatu yang mustahil.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini