nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Akhirnya Temukan Alasan Kenapa Aroma Duren Sangat Menyengat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 15:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 01 298 1893267 peneliti-akhirnya-temukan-alasan-kenapa-aroma-duren-sangat-menyengat-ezUdvlRllS.jpg Durian. (Foto: Shutterstock)

PENCINTA durian pasti sudah kebal dengan aroma buah kesukaannya itu. Namun, tidak sedikit juga dari Anda yang membenci aroma menyengat yang bikin langsung pusing tersebut. Bahkan, bisa sampai muntah jika mencium bau durian.

Aroma yang khas itu mungkin membuat Anda penasaran, sebetulnya dari mana bau tersebut muncul? Lalu, kenapa bisa begitu menyengat?

Sebuah penelitian yang diterbitkan NatureGenetics, mencoba mengungkapkan genom durian yang tidak hanya sumber bau yang khas, tetapi juga fakta bahwa durian memiliki hubungan dengan kakao.

Patrick Tan seorang peneliti biomedis di Singapore's Dune-NUS Medical School dan rekannya Bin Tean Teh, memanfaatkan tiga teknik pengurutan genetik yang berbeda, yang secara bersama memungkinkan para peneliti untuk merakit genome seperti sebuah teka-teki. Khususnya terkait dengan durian.

Baca Juga: Viral 'Susu Alternatif' untuk Wanita, Waspadai Efek Sampingnya

 https: img.okeinfo.net content 2018 04 02 481 1880792 di-balik-rasanya-yang-lezat-yuk-kenali-6-fakta-kesehatan-tentang-durian-ZYazB4TF19.jpg

Setelah melewati proses yang panjang dengan salah satu teknik yang disebut Illumina, para peneliti mengidentifikasi variasi kecil pada tingkat dasar DNA buah dan mendapatkan beberapa informasi yang cukup rinci.

Perlu Anda tahu, durian ternyata memiliki banyak potongan teka-teki yang saling berkaitan satu sama lainnya. Menurut penelitian terbaru, durian memiliki 46.000 gen yang mana ini dua kali jumlah yang ditemukan dalam DNA manusia, yang sebagian besar hanya mengulang set asli yang lebih kecil.

Jadi, para peneliti beralih ke membaca sekuens yang panjang, yang memungkinkan para peneliti untuk melihat potongan-potongan besar perancah DNA untuk memandu urutan bit pendek mereka.

  https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 09 320 1662885 business-hits-dapat-belasan-juta-rupiah-dari-lempok-durian-hLkS9ospHC.jpg

Akhirnya, mereka menggunakan teknik ketiga yang dikenal sebagai Hi-C untuk menunjukkan bagaimana cara menyusun semua perancah yang dirakit dengan benar.

Dari situ diketahui bahwa kakao tidak hanya ditemukan di cokelat, tetapi juga ada di durian bahkan kapas. Hubungan antara buah-buah yang memiliki aroma khas ini terbukti sangat dekat. Tetapi pada saat mereka dipecah, aroma durian sangat mendominasi.

“Ketika kami membandingkan urutan genom durian dengan leluhur sebelumnya seperti tanaman kakao, apa yang kami temukan adalah durian telah mengalami peristiwa duplikasi genom secara keseluruhan,” kata Tan.

Pada dasarnya, durian mengambil gen yang pernah dibagikan ke tanaman kakao dan memfotokopi mereka, menggabungkan set identik ke dalam DNA.

Seluruh duplikasi genom seperti ini pada dasarnya memungkinkan rangkaian gen asli untuk terus menjalankan fungsi yang dimaksudkan, sementara membiarkan set kedua bebas berevolusi dan berkembang menjadi sifat yang berbeda — seperti kulit terluar durian dan bau tajam.

Sedikit informasi, selain dari seluruh peristiwa duplikasi genom itu, beberapa salinan tambahan gen juga bertanggung jawab untuk menciptakan senyawa sulfur, senyawa yang memberi durian bau yang khas. "Singkatnya, durian sangat bau karena banyak gennya terfokus untuk memompa keluar bau," tambahnya.

https: img.okeinfo.net content 2017 12 28 298 1836664 makyus-nikmatnya-durian-tai-babi-legitnya-tak-tertandingi-c7wTFlQ6wb.jpg

(Foto: Shutterstock)

Seluruh sistem buah dioptimalkan untuk menghasilkan bau, kemungkinan menarik primata seperti orangutan untuk makan dan menyebarkan bijinya.

Para peneliti berharap bahwa memahami genom dapat membantu agronomi memelopori durian yang lebih baik. Buah ini sangat tinggi gula sehingga orang-orang dengan diabetes diperingatkan untuk membatasi asupan mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini