nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melaju Pesat, Indonesia Pelajari Cara Iran Berdayakan Perempuan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 02 Mei 2018 00:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 02 196 1893398 melaju-pesat-indonesia-pelajari-cara-iran-berdayakan-perempuan-5Bq2hcDctt.jpg Para Perempuan Iran (Foto: HRW)

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengakui Indonesia perlu banyak belajar dari Iran.

Dia mengaku kagum dengan perkembangan Iran yang begitu pesat dalam memberdayakan wanita, keluarga, dan anak-anak. Salah satunya terlihat dari tingginya partisipasi wanita dalam bidang ekonomi dan politik.

Hal tersebut dikatakan usai bertemu dengan Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan dan Anak-Anak, Masoumah Ebtekar, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. "Kami banyak berdiskusi dan bertukar informasi serta pengalaman mengenai isu pemberdayaan perempuan dan anak-anak di kedua negara," ujar Yohana kepada awak media, Selasa (1/5/2018).

Dalam kesempatan ini, Masoumah Ebtekar menjelaskan, saat ini di negaranya sekira 50% dari total pendaftar di universitas atau tingkat pendidikan lebih tinggi adalah perempuan.

Partisipasi kaum hawa dalam politik juga cukup tinggi yang ditandai dengan terpilihnya 19 orang wanita di parlemen dalam pemilihan umum 2017 meski dianggap masih kurang. Iran juga sudah membuat gebrakan dalam hal pemberdayaan wanita dan keluarga.

Capaian ini diapresiasi positif oleh Yohana. Dia terang-terangan mengatakan Indonesia akan mengadopsi program ketahanan keluarga yang sedang dijalankan Iran dengan membangun sentra-sentra hingga ke daerah terpencil.

"Mereka mempunyai sentra-sentra untuk isu-isu terkait ketahanan keluarga. Kami tertarik untuk mempelajari," kata Yohana.

Perempuan asal Manokwari itu juga memuji keberhasilan Iran dalam menekan angka pernikahan anak. Langkah tersebut dianggap sangat baik dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Iran sehingga Indonesia harus belajar dari Negeri Para Mullah.