nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajari Cara Menghilangkan Asap di Dapur

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 02 Mei 2018 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 02 298 1893587 pelajari-cara-menghilangkan-asap-di-dapur-9r3TS19I88.jpg Foto: Fabelio

DAPUR nyaman dan tidak berbau tentu menjadi impian banyak orang. Namun, bagaimana kalau dapur memiliki bau tidak sedap? Kalau pertanyaan tersebut milik Anda, jawabannya hanya ada dua, yaitu salah pilih produk atau salah merawatnya.

Penasaran untuk mengetahui jawabannya? Minyak dan bau asap bekas masakan memang selalu menjadi musuh nomor satu dapur rumah. Apalagi, jika dapur tidak memiliki akses sirkulasi yang memadai karena berbagai hal, misalnya diapit ruang lain atau sirkulasi terlalu kecil dan kurang ideal.

Saat mengalami hal ini, pengisap asap atau akrab disapa cooker hood tentu menjadi salah satu jalan keluar terbaik yang bisa dipilih. Pengisap asap diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan beraktivitas di dapur sebelum, saat, dan sesudah masak.

Nah , jika Anda sudah memasang pengisap asap, tetapi ruangan tetap bau, ada dua penyebab utama yang biasanya terjadi, yaitu Anda salah memilih pengisap asap yang cocok untuk di dapur rumah atau salah melakukan perawatan. Berikut akan kita ulas beberapa kesalahan yang bisa mengakibatkan pengisap asap tidak bekerja dengan maksimal dan cara mengatasinya.

[Baca Juga: 5 Tips Menata Dapur untuk Membuat Kue yang Lezat]

"Jika ukuran pengisap asap tidak sesuai penggunaan, sistem pengolahan udara di dapur akan sulit berjalan dengan maksimal," ungkap desainer interior Susan Octari Yawhan. Berbagai produsen pengisap asap, seperti Ariston, Modena, Technogas, umumnya menyediakan dua ukuran pengisap asap, yaitu dengan lebar 60 cm dan 90 cm. memilih ukuran yang tepat harus disesuaikan dengan lebar kompor dan frekuensi memasaknya.

"Untuk dapur kecil yang jarang dipakai memasak besar, bisa menggunakan pengisap asap dengan lebar 60 cm yang memiliki daya hisap 200-350 m3/jam. Sedangkan, dapur yang aktif digunakan untuk masak besar dapat memilih pengisap asap dengan lebar 90 cm dengan daya hisap 350 m3/jam," ungkap Susan.

Foto: Kegiatan memasak menimbulkan asap di dapur. Foto: Screenshoot dari Youtube awitalife

Bagi Anda yang telanjur salah memilih, jika memungkinkan bisa mengganti ukurannya. Namun, jika fitting -nya hanya pas untuk ukuran pengisap asap yang saat ini digunakan, Anda dapat mengakalinya dengan membuat sirkulasi tambahan di ruangan yang bersifat fleksibel, bisa dibuka dan ditutup saat kegiatan masak besar berlangsung.

Dalam keadaan mendesak, memutar udara dengan kipas angin dapat membantu mengolah pergerakan udara di ruangan. Terkadang pengisap asap juga sering terkena kotoran, minyak, dan asap panas. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, bodi pengisap asap tentu juga rawan rusak.

Besi stainless , misalnya, meski cenderung awet, lama-kelamaan bisa menjadi rapuh hingga berlubang jika Anda tidak merawatnya dengan benar. Di pasaran, terdapat beberapa pilihan jenis material mesin pengisap asap.

Foto: Foodandwine

"Material yang ideal adalah besi stainless , yang tidak mudah berkarat dan berpenampilan modern. Selain itu, ada material fiber yang harganya lebih terjangkau, tetapi tidak seawet besi," tutur Susan.

[Baca Juga: Tidak Disadari, Ini 4 Peralatan Dapur yang Ternyata Banyak Simpan Bakteri!

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini