nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Lebih Dekat Sigofi Ngolo, Ritual Unik di Jailolo

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 03 Mei 2018 11:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 03 406 1893953 melihat-lebih-dekat-sigofi-ngolo-ritual-unik-di-jailolo-USR88UbiAt.jpg Ritual Sigofi Ngolo yang unik di Jailolo (Foto: Annisa Aprilia/Okezone)

FESTIVAL Teluk Jailolo 2018 yang berlangsung hingga Sabtu, 5 Mei 2018, hari ini sudah memasuki hari keempat. Sedari pagi, acara festival yang diadakan untuk mempromosikan dan mengenalkan alam serta budaya Jailolo tersebut, diawali dengan ritual upacara adat yang bernama Sigofi Ngolo.

Ritual upacara adat tersebut cukup unik, pasalnya masyarakat dari seluruh lapisan berkumpul dan mengelilingi Teluk Jailolo menggunakan perahu motor. Perahu yang dijadikan alat transportasi tersebut, dihias menggunakan bendera Merah Putih, janur, dan bendera-bendera lainnya untuk menyemarakkan ritual dan festival.

Sigofi Ngolo adalah ritual pembersihan laut atau alam, agar Tuhan memberkati acara yang diselenggarakan dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Ketika mengikuti ritual Sigofi Ngolo, masyarakat mengenakan pakaian adat khas Jailolo, lengkap dengan penutup kepala.

 (Baca Juga: Tanda Tangani Akta Lahir Pangeran Louis, Lihat Pekerjaan Resmi Pangeran William)

Dalam ritual yang juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan adat ini, mereka mengelilingi perairan sambil menaburkan bunga rampai sebagai sesajiannya. Masih di kawasan yang sama, setelah ritual selesai, lomba lewang kelapa dan tumbuk padi menyambung Festival Teluk Jailolo 2018.

Sebelum lomba dimulai, kedatangan Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, disambut oleh ibu-ibu yang berpakaian adat menyanyikan lagu sambutan sambil memainkan alat musik. Dalam sambutannya Danny berpesan agar hasil alam bisa menjadi komoditas dari Halmahera Barat yang diekspor ke luar pulau.

"Ini adalah cara tradisional yang dulu sering dilakukan para petani kita, kita angkat kembali di Festival Teluk Jailolo kali ini supaya bjsa dilestarikan dan dibudidayakan lagi," ucapnya, di Area Festival Jailolo 2018, Jailolo, Halmahera Barat, Kamis (3/5/2018).

  (Baca Juga: Indahnya Batik Kabupaten Batang yang Dibuat dengan Teknik Kuno)

Lebih lanjut, masih dalam pemaparan Danny, buah kelapa yg sudah dilewang atau dikupas lebih tinggi harganya jika dijual kembali. Dia pun berharap kelapa bisa jadi produk unggulan dari alam Halmahera Barat.

 

"Mudah-mudahan bisa dikembangkan dan dibudidayakan. Semoga kita bisa punya produk unggulan, yang jadi salah satu komoditas utama yang nantinya bisa diekspor ke luar," imbuhnya.

Selain dua kegiatan tersebut di awal hari keempat, Festival Teluk Jailolo 2018 juga diisi dengan kegiatan menyelam gembira atau fun diving di spot diving Halmahera Barat, pesta permainan anak di sasadu lamo, dancing in the sunset di Pantai Lapasi, Lako Akelamo, orom sasadu di desa Gamtala, dan pagelaran seni budaya suku Tabaru pada malam harinya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini