nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertema Ubud, Koleksi Perhiasan Baru Happy Salma Terjual hingga Amerika

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 08:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 04 194 1894317 bertema-ubud-koleksi-perhiasan-baru-happy-salma-terjual-hingga-amerika-mbGL4KLeTe.jpg Happy Salma dan koleksi perhiasan bertema Ubud (Foto: Tiara Putri/Okezone)

SEJAK beberapa tahun terakhir, Happy Salma tak hanya fokus menekuni karier di bidang seni peran. Dirinya diketahui telah meluncurkan produk perhiasan dengan label Tulola Jewelry yang dibuat dengan teknik handmade.

Setelah mengeluarkan enam rangkaian koleksi, Happy selaku Creative dan Co-Founder label perhiasan tersebut berkolaborasi dengan Dewi Sri Luce Rusna dan Franka Franklin Makarim untuk meluncurkan koleksi bertema 'Ubud'. Desain perhiasan terinspirasi dari eksotisme wilayah Ubud di Bali. Mulai dari keindahan alam, kehidupan spiritual, dan ornamen yang ada di pura seperti Pura Saraswati.

 Baca juga: Jomblo Dilarang Lihat! 5 Meme Nyindir dan Menghibur Bikin Baper

"Bagi kami Ubud adalah rumah. Dalam bahasa lain Ubud berarti obat. Inspirasi ini menjadi pengobat yang seimbang dengan alam semesta serta spiritual ketika ada masalah hidup dan kami kembali ke sana," terang Happy saat ditemui di sela-sela pameran perhiasannya, Kamis 3 Mei 2018 di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Koleksi kali ini bisa dikatakan limited edition karena hanya dijual dengan jumlah 30 buah. Ada pun waktu pengerjaan untuk koleksinya adalah empat bulan. Macam koleksi yang dihadirkan antara lain anting, gelang, kalung, cincin, bross, dan tusuk konde. "Ternyata tusuk konde itu lagi happening. Waktu awal-awal bikin sempat mikir laku atau tidak. Ternyata marketnya itu ada luar biasa, mungkin karena tusuk konde bisa dipakai kasual tidak hanya untuk kondangan," jelas Happy.

 

Harga penjualan yang ditawarkan untuk kategori signature untuk dipakai sehari-hari mulai dari Rp800.000 hingga Rp5 juta. Sedangkan untuk art wear harganya bisa mencapai Rp20 juta. Saat ini produk perhiasan tersebut sudah terjual hingga ke kawasan Asia Pasifik, Singapura, Malaysia, Austalia, Amerika, dan Eropa.

Di samping itu, perempuan yang tengah mengandung anak kedua ini juga menjelaskan alasannya mengangkat budaya Tanah Air pada setiap koleksinya. "Ini merupakan cara saya mencari kehidupan dan saya percaya Indonesia kayanya luar biasa sehingga terus bisa digali. Saya juga ingin menghadirkan sesuatu yang dekat dengan kehidupan kita," pungkasnya.