Lama Tak Ada Kabar, Maria Harfanti Sibuk Renovasi Sekolah Rusak di Banten

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 04 194 1894549 lama-tak-ada-kabar-maria-harfanti-sibuk-renovasi-sekolah-rusak-di-banten-jO7nUKnhlS.jpg Maria Harfanti renovasi sekolah di Banten (Foto: Ist.)

INGATKAH Anda dengan Miss Indonesia 2015 Maria Harfanti perwakilan dari Yogyakarta? Lama tak mendengar kabarnya, dia ternyata sibuk merenovasi sekolah yang rusak di Banten.

Perempuan 26 tahun ini menjadi ketua Yayasan Bangun Sekolah Indonesia yang siap memajukan mimpi anak negeri. Bersama para relawan, proyek pertamanya membangun gedung sekolah SMP Insan Muda Mulia yang rusak. Lokasinya ada di Desa Ciburial, Cimanggu, Pandeglang, Banten.

Upacara peletakan batu pertama pembangunan sekolah itu dilaksanakan Jumat, 4 Mei 2018, acara seremoni berjalan lancar. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan, kapolres setempat, dewan guru dan masyarakat sekitar. Dalam merenovasi sekolah yang rusak, Maria menggandeng PT Indo Kordsa Tbk dan PT Arwana Citramulia Tbk.

 (Baca Juga: Jelang Royal Wedding, Meghan Markle Dapat Pesan Khusus dari Serena Williams)

"Bersyukur acara seremoninya tadi berjalan lancar dan simbol peletakan batu pertama ini memberikan harapan baru bagi warga sekitar," kata Maria saat dihubungi Okezone, Jumat (4/5/2018).

Dia pun menceritakan awal mulanya rencana renovasi sekolah yang rusak itu. Meski letaknya memang tidak jauh dari Jakarta, rupanya banyak sekolah di sana kondisinya sungguh memprihatinkan.

Maria membeberkan, berdasarkan surveinya, hampir semua sekolah yang berada di Provinsi Banten dan Jawa Barat kondisi bangunannya tidak layak. Bahkan dua wilayah itu menjadi 10 urutan terbanyak dengan gedung sekolah yang tidak layak dipakai untuk belajar.

  (Baca Juga: Ini Alasan Kenapa "Orang Arab" Doyan ke Puncak, Alasannya Tidak Bisa Dipercaya!)

Para murid yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut tidak nyaman. Karena mereka tidak mendapatkan fasilitas ruang belajar yang layak dan menurunkan semangat belajar mereka.

Bukan tanpa alasan kalau Maria semangat merenovasi gedung sekolah yang rusak di sana. Dia mengatakan, selama ini murid sekolah itu hanya belajar di dalam ruangan yang dibuat dari bambu. Pasti mereka tidak nyaman, sampai-sampai bisa menurunkan prestasi belajarnya.

"Kondisi sekolahnya cukup parah, bahkan di sana cuma ada satu kelas yang memadai. Kalau cuaca panas, muridnya jadi kepanasan. Begitu juga kalau hujan, atapnya bocor, jadi anak-anak enggak nyaman belajar," terangnya.

Karena ruang kelasnya cuma satu, jadilah 90 murid kelas 7 sampai kelas 9 itu harus gantian menggunakan ruang kelas untuk belajar. Mereka pun tidak bisa setiap hari giat belajar di sekolah.

  (Baca Juga: Bachelor Cottage Akan Jadi Hadiah Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle?)

Selain bikin siswa-siswinya tidak nyaman, dampaknya bisa menurunkan prestasi mereka. Kalau ini terjadi, angka kelulusannya pun rendah. Maka itu, Maria peduli dan mengantisipasi risiko jangka panjang yang dihadapi dengan anak-anak di desa itu.

"Kalau angka kelulusan sekolah SMP di sana rendah, masa depan anak bisa terganggu. Ujung-ujungnya kalau bekerja cuma sebatas jadi buruh, kasihan kan mereka," tambahnya.

Usai sekolah itu jadi, Maria berharap para murid yang sekolah di sana jadi tambah semangat belajar. Prestasi belajarnya meningkat, sehingga angka kelulusan tinggi.

Pembangunan sekolah tersebut rencananya akan tuntas pada tanggal 17 Agustus 2018, bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Indonesia. Selama pembangunan berlangsung, akan diadakan pula pelatihan mengajar untuk guru dan pelatihan keterampilan untuk warga setempat.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini