Sepatu-Sepatu Unik dari Berbagai Dunia Sekaligus Cara Memakainya

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 05 Mei 2018 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 04 194 1894610 sepatu-sepatu-unik-dari-berbagai-dunia-sekaligus-cara-memakainya-i2ErH32hfK.jpg Sepatu birch bark (Foto: Oddee)

TIDAK sedikit orang yang menganggap bahwa sepatu adalah sekedar salah satu fashion item, atau merupakan salah satu elemen fashion statement. Akan tetapi jika ditelisik lebih dalam, sama seperti halnya pakaian, sepatu juga merupakan salah satu wujud budaya bukan sekedar alas kaki atau footwear.

Setiap kebudayaan di berbagai dunia, bisa tercermin salah satunya lewat tipe-tipe sepatu yang tentunya tidak hadir dengan model biasa seperti yang biasa kita lihat dan pakai sehari-hari, namun dengan nama dan tentu saja desain yang unik.

Penasaran apa saja sepatu-sepatu unik dari berbagai dunia? Seperti apa pula cara pakainya? Dihimpun Okezone dari berbagai sumber, berikut ulasan perihal sepatu-sepatu tradisional yang punya desain unik dari berbagai dunia.

Babouche slippers 

Alas kaki satu ini seperti sandal di Maroko, sebab babouche sangat mudah dikenakan dan dilepas ketika dipakai untuk acara keagamaan. Jika dilihat sekilas, babouche ini seperti sepatu selop khas Jawa di Indonesia yang cara pakainnya tinggal memasukkan kedua kaki saja, tanpa perlu mengikat tali apapun.

Birch bark

Anyaman ketupat? Bukan! Ini adalah sepatu tradisional dengan desain unik dari Finlandia. Tahukah Anda bahwa biasanya sepatu birch bark ini dipakai di atas sepatu kulit agar terlindungi dari lumpur serta salju. Di negara-negara seperti Norwegia, Swedia, dan Rusia kita bisa melihat terkadang penduduk lokal mengenakan alas kaki yang terlihat serupa dengan birch bark ini dengan terbuat dari kulit pohon lime atau linden. Dengan model yang cukup terbuka lebar, layaknya flat shoes, sepatu birch bark ini cara pakainya pun sangat mudah karena tinggal memasukkan kedua kaki ke dalamnya.

Lapti 

Rusia punya sepatu tradisional berdesain unik bernama Lapti. Sepatu tradisional ini dibuat dengan menggunakan material bahan dari alam, yakni bast yaitu sejenis kulit pohon. Nama lapti sendiri merupakan bahasa lama Rusia "lapa" yang punya arti kata kaki yang mana sekarang punya arti sebagai "paw" atau kaki hewan. Untuk cara pakai, lapti yang memiliki tali panjang, tali tersebut dililitkan menyilang (pola zigzag) sampai ke bagian betis.

Klompen

 

Salah satu produk cenderamata terkenal di kalangan turis ini ternyata dikenakan oleh para petani dan tukang kebun di Belanda loh! Dengan desain bagian sol yang terbuka, cara pakai sepatu tradisional Belanda ini sangat mudah, tidak perlu usaha apapun karena cukup memasukkan kedua kaki ke bagian dalam sepatu klompen yang tertutup.

Geta

 

Alas kaki tradisional asal Jepang ini pasti sudah sangat familiar bukan? Yup, geta memang ditujukan khusus untuk menjadi alas kaki untuk padu-padan busana kimono. Geta hadir dengan berbagai variasi, ada Mitsu-ashi (geta berkaki tiga), lalu Maiko-okobo (untuk melangkah dengan langkah yang lebih kecil), dan Senryou yang populer di Tokyo di mana bentuknya disebutkan bisa berubah-ubah tergantung apakah dibuat untuk laki-laki atau wanita.

Paduka

Dikenal sebagai alas kaki paling tua di India ini hadir dengan bentuk desain yang sangat terbuka karena hanya ada alas atas dan bawah, tanpa ada sisi atau sekat tertutup di sisi kanan, kiri dan mengelilingi bentuk kaki pada umumnya.

Sepatu tradisional unik dari India yang biasanya dibuat dari kayu sederhana dan didekorasi dengan sandalwood atau kayu cendana serta kayu jati, dikatakan pada masa lalu dipakai oleh orang-orang biasa juga oleh orang-orang dari kelas kasta sosial yang lebih tinggi, namun sekarang lebih banyak dipakai oleh para pemuka agama Jainism, Budha dan Hindu. Untuk cara memakainya, dengan struktur desain yang sangat terbuka, maka pemakainya tinggal menjepitkan antara jempol kaki dengan jari telunjuk di bagian kenop.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini