Kasus Bullying Curi Perhatian Dunia, Korban Bunuh Diri hingga Pelampiasan Dendam

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 04 196 1894372 kasus-bullying-curi-perhatian-dunia-korban-bunuh-diri-hingga-pelampiasan-dendam-cxfHyfmM9O.jpg (Foto: Reuters)

PERUNDUNGAN atau bullying dilakukan dengan cara kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk mengintimidasi orang lain. Perilaku tersebut dapat menjadi kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.

Bullying bisa saja dilakukan atas dasar fisik, agama, ras, gender, seksualitas, atau kemampuan.

Tindakan bullying secara umum dibagi menjadi empat, yakni emosional, fisik, verbal (kata-kata), dan siber (cyber bullying). Perundungan dapat terjadi di mana saja selagi terjadi interaksi antarmanusia, baik itu di sekolah, kantor, rumah tangga, dan lingkungan bertetangga.

Beberapa kasus bullying biasanya baru terungkap ketika korban memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tidak tahan. Berikut beberapa contoh kasus bullying yang sempat menghebohkan dunia.

1. Amanda Todd

Pada September 2012, Amanda Todd mengunggah video ke YouTube mengenai dirinya yang menjadi korban bullying. Gadis berusia 15 tahun itu tidak mengucapkan sepatah kata pun dalam video, tetapi menggunakan tulisan di kartu.

Amanda mengungkapkan bagaimana seorang pria asing memaksanya untuk memperlihatkan payudaranya dalam sebuah diskusi daring (online) ketika duduk di bangku kelas tujuh. Setahun kemudian, pria itu menghubunginya lewat Facebook dan mengancam akan mengunggah foto topless itu jika Amanda menolak melakukan video sex.

Gadis asal Kanada itu jelas menolak permintaan video sex. Si pria tanpa ragu-ragu menyebarkan foto topless hingga Amanda mengalami depresi. Orangtua terpaksa memindahkannya ke sejumlah sekolah hingga di satu institusi, Amanda menjadi korban bullying rekan-rekannya.

 

Melansir dari Thought Catalog, Amanda Todd dipukuli oleh teman-teman perempuannya. Ketika dibawa pulang ke rumah oleh ayahnya, ia berusaha bunuh diri dengan menenggak cairan pemutih. Amanda berhasil selamat setelah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Baca juga: Hindari 5 Hal Ini jika Tak Mau Di-Bully

Keluarganya kembali pindah ke sekolah dan kota lain, tetapi depresi tetap hinggap di benaknya. Depresi itu yang dibagikan Amanda lewat YouTube pada September 2012. Amanda hanya bertahan selama satu bulan sebelum bunuh diri pada Oktober 2012.

2. Amy Dolly Everett

Kematian model cilik Australia ini sempat mencuri perhatian karena tak tahan diolok-olok di media sosial. Dolly meninggal dunia di usia 14 tahun akibat cyber bullying. Selama hidupnya, ia tertekan karena terus dihujat dan diintimidasi di media sosial.

 

(Foto: ARY News)

Amy Dolly diketahui pernah menjadi model untuk salah satu merek topi terkenal di Australia, Akubra. Pihak keluarga yang kesal dengan kematian putri kecilnya, menantang para pengganggu di media sosial untuk menghadiri pemakaman Dolly pada Januari lalu.

Baca juga: Inilah 5 Wajah Pria Paling Tampan di Dunia yang Pesonanya Tak Pernah Luntur

Keluarga juga meluncurkan kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan cyberbullying. Ribuan orang di media sosial lantas menunjukkan empatinya dengan menulis tagar #DoItForDolly.

3. Bully lewat WhatsApp

Seorang perempuan di Karnataka, India, ditemukan tewas bunuh diri oleh keluarganya pada 6 Januari lalu. Korban diketahui sempat menjadi sasaran hujatan gara-gara percakapannya di aplikasi WhatsApp.

Perempuan itu sempat mengungkapkan kisah cintanya dengan seorang teman lewat WhatsApp. Namun, kawan itu ternyata tidak bisa menjaga rahasia. Obrolan keduanya di-capture hingga akhirnya menyebar ke media sosial.

Korban kemudian didatangi oleh lima orang dari kelompok garis keras pada Sabtu 6 Januari. Tidak lama setelah kunjungan itu, korban bunuh diri. Pihak Kepolisian yakin korban bunuh diri akibat tekanan yang diterima lewat Facebook dan WhatsApp karena perempuan itu menjalin cinta beda agama dengan seorang pria.

4. Bully karena video seks menyebar

Warga Italia dikejutkan oleh beredarnya video seks seorang perempuan bernama Tiziana Cantone pada pertengahan 2016. Tiziana sempat meminta secara terbuka agar video seksnya dicabut dari internet, tetapi permintaan itu tidak kunjung dipenuhi.

Tidak tahan dengan cercaan dan hinaan, Tiziana lantas bunuh diri di rumah tantenya di Mugnano pada 12 September 2016. Kematian perempuan berusia 31 tahun itu menyita perhatian warga Negeri Pizza hingga upacara pemakamannya disiarkan oleh saluran televisi setempat.

Semua bermula ketika Tiziana mengirim video seks dirinya ke beberapa teman dan mantan kekasihnya pada 2015. Seseorang lalu mengunggah ke internet hingga ditonton sebanyak 1 juta kali. Ucapan Tiziana di video tersebut bahkan menjadi candaan di dunia maya hingga akhirnya korban memilih 'jalan pintas'.

5. Nikolas Cruz

Tewasnya 17 orang siswa di Sekolah Menengah Stoneman Douglas, Parkland, Florida, Amerika Serikat (AS), menghebohkan dunia. Sebab, penembakan tersebut dinilai sebagai peristiwa paling berdarah di institusi pendidikan di Negeri Paman Sam.

Penembakan yang terjadi tepat ketika perayaan Hari Valentine yang identik dengan kasih sayang pada 14 Februari 2018 itu dilakukan oleh Nikolas Cruz. Dinukil dari Miami Herald, remaja berusia 19 tahun itu diketahui pernah menempuh pendidikan di Stoneman Douglas.

Motif pelaku melakukan penembakan adalah balas dendam. Cruz pernah dikeluarkan oleh pihak sekolah dengan alasan yang tidak disebutkan. Namun, penyelidikan polisi kemudian mengungkap bahwa pelaku adalah korban bullying dari teman-temannya karena perilaku yang dianggap aneh.

Nikolas Cruz didiagnosa menderita kelainan syaraf yang menyebabkan autisme. Ia sempat menjalan perawatan psikologis untuk menyembuhkan kelainan tersebut. Sayangnya, dendam yang tertanam di hatinya sudah begitu membara hingga akhirnya dilampiaskan dengan penembakan.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini