Pernah Menjadi Korban, Salah Satu Pemicu Seseorang Melakukan Bullying

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 04 196 1894381 pernah-menjadi-korban-salah-satu-pemicu-seseorang-melakukan-bullying-dPXjYqXXgk.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEJAK 2012 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan 4 Mei yang jatuh pada hari ini menjadi Hari Anti Bullying. Perilaku bullying memang masih sering dijumpai di tengah masyarakat. Entah itu di lingkungan rumah, sekolah, kantor, komunitas, dan lain sebagainya.

Bentuk bullying bukan hanya sebatas pada perilaku yang menyakiti orang lain namun juga secara verbal. Disadari atau tidak, terkadang kita sering mengejek teman karena kondisi fisik, status, kinerja, dan lainnya melalui ucapan. Akan tetapi, pada beberapa orang yang melakukan bullying dengan sengaja.

Menurut psikolog klinis, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi, perilaku bullying biasanya dilakukan untuk menunjukkan power (kekuatan) seseorang.

 (Baca Juga: Hindari 5 Hal Ini jika Tak Mau Di-Bully)

"Jadi ada beberapa yang senang melakukannya karena dengan berperilaku seperti itu dirinya merasa hebat, mampu menunjukkan dirinya lebih superior dibandingkan orang lain yang menjadi korbannya," terangnya saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Kamis, 3 Mei 2018.

Lebih lanjut Arrundina menjelaskan bila korban bullying seringkali adalah orang-orang yang terlihat lemah dan tidak mampu membela dirinya. Tapi bukan berarti pelaku bullying adalah sosok yang benar-benar kuat. Tidak menutup kemungkinan bila sebenarnya pembully adalah korban di tempat lain.

 

(Foto: Shutterstock)

"Banyak dari pelaku bullying merupakan korban di lingkungan lain, bisa di rumah, atau lingkup pertemanan lain. Nah, pada saat dia berada di lingkungan yg membuatnya bisa menunjukkan power-nya karena status, fisik, dan lain sebagainya. Dia akan melakukan tindakan yg sama seperti apa yg dialaminya di tempat lain," tambah Arrundina.

  (Baca Juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying)

Meliha kondisi ini, bisa dikatakan bila bullying seperti lingkaran setan. Seseorang yang merasa tertindas ingin menunjukkan kekuatannya ke orang yang lebih lemah karena tidak terima diperlakukan semena-mena oleh orang lain, begitu seterusnya.

Untuk mengatasi hal ini, tentu saja setiap orang harus berhenti 'menindas' orang lain, baik dari tindakan maupun ucapan. Ingat, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi jangan jadikan hal itu sebagai bahan ejekan dan merasa diri sendiri lebih hebat dari orang lain.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini