nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lakukan 5 Hal Ini jika Melihat Korban Bully

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 13:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 04 196 1894394 lakukan-5-hal-ini-jika-melihat-korban-bully-HuUWxQccLN.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

KORBAN bullying memiliki jiwa yang amat rentan. Berbagai hinaan, cercaan, makian, hujatan, dan ancaman, dapat menimbulkan tekanan batin yang menyiksa bagi korban hingga tidak jarang memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Akan tetapi, tindakan nekat korban bullying dapat dicegah bila orang-orang sekitar mau meningkatkan kepeduliannya. Ditch The Label memaparkan, sebanyak 69% orang muda pernah menyaksikan seseorang menjadi korban bullying tetapi hampir sebagian besar memilih untuk diam saja.

Baca juga: Hindari 5 Hal Ini jika Tak Mau Di-Bully

Mengutip Ditch the label, Jakarta, Jumat (4/5/2018), berikut beberapa saran ketika Anda melihat seseorang menjadi korban bullying:

 

1. Tanyakan apakah korban butuh pertolongan

Jika dirasa sangat aman, coba dekati korban bullying dan bertanya dengan sopan apakah mereka baik-baik saja atau membutuhkan bantuan. Jika korban dalam bahaya, atau punya kecenderungan untuk melakukan tindakan berbahaya, segera mencari pertolongan dari otoritas terkait atau pihak-pihak yang berpengalaman menangani kasus tersebut.

2. Jangan bergabung dengan pem-bully

Ketika melihat tindakan bullying, ada baiknya jangan pernah ikut campur. Pikirkan konsekuensi negatif dari ucapan atau tindakan Anda terhadap korban. Juga jangan berdiri mematung atau terus melihat tindakan tersebut. Sebab, perhatian dari banyak orang kadang adalah hal yang diinginkan para pem-bully.

 Baca juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying

Sebaiknya, Anda perlahan-lahan meninggalkan lokasi dan mencari pertolongan dari pihak-pihak terkait. Pusatkan pikiran serta fokus Anda kepada korban bullying alih-alih para pelaku.

3. Bawa korban pergi dari lokasi bullying

Sebisa mungkin bawa korban bullying jauh-jauh dari lokasi kejadian ke tempat yang lebih aman. Jika memungkinkan, ajak korban untuk berbicara dari hati ke hati. Setelah korban cukup jauh dari para pelaku, usahakan agar dirinya merasa aman dan nyaman.

Anda juga disarankan untuk tetap tenang dan jangan panik. Sebarkan rasa tenang itu kepada korban agar paling tidak dirinya mampu memulihkan kepercayaan diri dalam waktu singkat.

 

4. Berteman dengan korban

Hubungan pertemanan yang terjalin dengan korban dapat membuat perbedaan besar dalam hidupnya. Habiskan waktu bersamanya sehingga mereka merasa tidak sendirian. Coba ajak mereka untu melakukan hal-hal yang diinginkan sehingga kepercayaan diri meningkat pesat.

Sangat penting dicatat bahwa korban masih butuh pemulihan baik secara mental maupun fisik dari peristiwa perundungan. Harap diingat, jangan lupa memperhatikan diri sendiri.

5. Hubungi bimbingan konseling

Anda juga dapat menghubungi sejumlah lembaga bimbingan konseling untuk membantu korban memecahkan masalahnya. Jika korban masih berusia anak-anak, Anda dapat menghubungi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Apabila bullying terjadi di lingkungan sekolah atau kampus, bisa menjalin kontak dengan pihak-pihak terkait.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini