Orangtua Harus Ajarkan Ini agar Anak Tidak Jadi Korban Bully

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 04 196 1894418 orangtua-harus-ajarkan-ini-agar-anak-tidak-jadi-korban-bully-U1tyEjwHS5.jpg Ibu dan anak (Foto: Huffingtonpost)

TIDAK ada orangtua yang menginginkan anaknya menjadi korban bullying. Sebab hal itu akan memberi pengaruh buruk bagi perkembangan mental dan perilaku anaknya. Tapi orangtua juga tidak bisa mengontrol sepenuhnya kehidupan sosial anak mereka.

Melarang anak untuk berinteraksi dengan orang lain agar menghindari bullying bukanlah solusi yang tepat. Hal itu malah bisa membuat anak menjadi seseorang yang antisosial. Maka dari itu, orangtua perlu pintar-pintar memberikan pemahaman terhadap anak mengenai bullying dan dan memerhatikan tingkah laku anak.

 Baca juga: Hindari 5 Hal Ini jika Tak Mau Di-Bully

Menurut psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi, salah satu cara untuk menghindari anak menjadi korban bullying adalah melakukan diskusi kepada anak tentang kelebihan dalam dirinya. "Ajarkan anak untuk stand up dengan dirinya sendiri. Anak perlu dilatih untuk mengembangkan kepercayaan dirinya bahwa ia adalah anak yang spesial dan memiliki kemampuan untuk membela dirinya sendiri," ungkapnya saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat Kamis, 3 Mei 2018.

Orangtua perlu memberikan bimbingan dan pengertian kepada anak jika setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. "Ajak anak untuk berdiskusi mengenai hal menonjol yang dimilikinya dan dapat dijadikan kekuatan. Hal itu dapat digunakan sebagai pembawaan diri anak agar menjadi lebih percaya diri," imbuh Arrundina.

Dengan memiliki rasa percaya diri yang kuat, anak mampu 'melawan' ketika dirinya di bully. Selain itu, orangtua perlu memerhatikan tingkah laku anak. Sebab bisa jadi anaknya enggan melaporkan bila mengalami bullying karena rasa takut yang begitu besar. "Jika anak terlihat sering menyendiri, tidak memiliki teman, dan tidak senang berada di sekolah, mungkin dirinya menjadi korban bullying. Begitupula jika ia terlihat tidak antusias jika diajak bercerita tentang teman-temannya di sekolah," imbuh Arrundina.

 Baca juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying

Anak yang menjadi korban bullying biasanya akan menghindari cerita mengenai aktivitas yang dilakukan di sekolah bersama teman-temannya. Kalau pun bercerita, besar kemungkinan anak akan menunjukkan raut wajah sedih. Di saat inilah orangtua harus lebih peka dan mengorek informasi tentang kemungkinan anak mereka menjadi korban bully.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini