nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inilah Cara yang Perlu Dilakukan Orangtua agar Anak Tidak Jadi Pembully

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 04 196 1894428 inilah-cara-yang-perlu-dilakukan-orangtua-agar-anak-tidak-jadi-pembully-CVmQuZXjgl.jpg Ilustrasi (Foto: Expertrain)

DALAM kehidupan bersosialisasi, pasti ada saja masalah yang akan ditemui. Masalah tidak hanya terjadi pada orang dewasa melainkan juga pada anak-anak. Salah satu masalah yang bisa muncul adalah perilaku bullying.

Setiap orangtua tentu tidak ingin anaknya menjadi korban bullying. Sebab hal itu dapat memberikan pengaruh buruk bagi perkembangan mental dan perilaku anak. Maka dari itu, orangtua harus memberikan pemahaman yang baik agar anak bisa menghindari perilaku bullying.

Akan tetapi, bukan berarti ketika anak bebas dari bullying masalahnya berhenti sampai di situ. Bisa jadi anak adalah pelaku bullying karena dirinya merasa hebat dibandingkan dengan teman-temannya. Orangtua tentu juga tidak ingin anaknya menjadi seperti itu. Lantas, bagaimana caranya orangtua memberitahu anak untuk tidak menjadi pembully?

"Berikan pemahaman kepada anak melalui komunikasi dua arah mengenai perilaku bullying, misalnya dengan menggunakan media film. Ajak anak berdiskusi mengenai perasaan si korban bully dari film yg ditonton, bagaimana jika anak lah yg menjadi karakter tersebut," terang psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi saat dihubungi Okezone, Kamis, 3 Mei 2018 melalui pesan singkat.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini jika Melihat Korban Bully

Melalui diskusi tersebut, orangtua juga bisa mengungkapkan perasaan mereka bila mengetahui anaknya menjadi korban bully. "Orangtua bisa sharing perasaan sedih mereka ketika jika mengetahui anak kesayangannya yang dijaga sebegitu berharganya ternyata menjadi korban bully teman-temannya di sekolah," ucap Arrundina.

Dengan pemahaman itu, perlahan anak bisa mengerti bila perilaku bullying bukanlah perbuatan yang baik. Tindakan itu dapat menyakiti dan melukai perasaan orang lain. Selain itu, orangtua anak yang dibully juga akan merasa bersedih.

Baca Juga: Siapa Sangka, 5 Tokoh Sukses Ini Sempat Di-bully saat Muda

Selain memberikan pemahaman, orangtua perlu memerhatikan kondisi lingkungan sosial di sekitar anaknya. Alasannya karena anak bisa menjadi seorang pembully lantaran sudah lebih dahulu menjadi korban. Dengan begitu orangtua juga bisa memberikan pemahaman lain kepada anak tentang cara menghindari perilaku bullying yang diterimanya di tempat lain.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini