Pangeran Harry Ngaku Pernah Kena Bully, Siapa Pelakunya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 04 196 1894440 pangeran-harry-ngaku-pernah-kena-bully-siapa-pelakunya-xfn0g6Tcsp.jpg Pangeran Harry. (Foto: Reuters)

KASUS bullying ternyata bisa menimpa siapa saja, tidak melihat latar belakang keluarga, kondisi fisik, atau asal usul sang korban. bullying sering kali terjadi pada usia anak-anak dan ketika menginjak usia remaja. Bahkan, para pem-bully tersebut tidak peduli meskipun yang di-bully adalah seorang pangeran.

Ya, Pangeran Harry mengaku pernah di-bully di sekolahnya. Dilansir dari Mirror, Jumat (4/5/2018), berita tersebut pertama kali terungkap pada 2007 silam. Kala itu, Pangeran Harry mengaku sempat merasa putus asa dan membutuhkan pertolongan dari pihak profesional.

Dia kemudian menceritakan pengalamannya kepada Maxine Broadfood, wanita yang memenangkan penghargaan memorial konser untuk mengenang Putri Diana.

Baca juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying

“Harry datang ke meja kami dan menanyakan apa kontribusi saya, sehingga bisa mendapatkan salah satu Diana Award. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya memberikan konseling dan menolong anak-anak yang pernah mengalami kasus bullying,” katanya.

Pangeran Harry Bersama Tunangannya Mehgan Markle Hadiri Peringatan Anzac

Mendengar pernyataan Maxine, Pangeran Harry kemudian bercerita bahwa dia pernah di-bully oleh teman-teman sekolahnya, karena memiliki rambut berwarna merah (ginger). Maxine pun awalnya tertawa, karena mengira hal itu adalah lelucon yang dilontarkan Pangeran Harry, mengingat statusnya sebagai seorang pangeran Inggris.

Akan tetapi, raut wajah Pangeran Harry tetap serius, dan mengatakan bahwa hal itu benar-benar terjadi. "Teman-teman militernya mungkin hanya bercanda, tapi nampaknya hal ini telah membuat dia risau," katanya.

Pangeran Harry Bersama Tunangannya Mehgan Markle Hadiri Peringatan Anzac

Teman-teman militernya pun menjuluki Harry dengan sebutan “Ginger Bullet Magnet”. Alasannya? Mereka mengklaim jika Harry ditugaskan di Iraq, musuh secara mudah akan menjadikannya target sasaran, mengingat penampilannya yang lebih mencolok dibandingkan tentara lainnya.

Salah satu teman Harry juga sempat melontarkan sebuah lelucon, yang tanpa disadari telah menyinggung perasaan calon suami Meghan Markle itu. Dia mengatakan agar rekan-rekan timnya mengenakan wig berwarna merah, untuk melindungi Harry sekaligus mengelabui musuh.

Bahkan, pemimpin pasukannya juga dianggap terlibat dalam tindakan bullying tersebut, karena melarang Harry untuk menumbuhkan jenggot dengan alasan dianggap dapat menarik perhatian musuh. Meski demikian, ada rekan Pangeran Harry yang membelanya dan mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang patut untuk ditertawakan.

Baca Juga: Hindari 5 Hal Ini jika Tak Mau Di-Bully

Selain itu, mereka juga membuat sebuah lelucon yang mengatakan bahwa alasan Pangeran Harry tidak jadi ditugaskan ke Irak adalah karena matahari akan membakar kulitnya.

Pangeran Harry Bersama Tunangannya Mehgan Markle Hadiri Peringatan Anzac

Memang, rambut merah yang dia miliki itu memang telah menjadi bahan lelucon sejak dia remaja. Dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi Amerika Serikat beberapa tahun lalu, dia mengungkapkan bahwa mendiang Putri Diana juga menjulukinya dengan sebutan “ginger child”.

Mantan pacar Harry, Chelsy Davy, juga diketahui memiliki panggilan sayang untuk Harry yaitu, “Big Ginger”.

Charlotte Rushton, yang telah menulis sebuah buku tentang pengalamannya menjadi seorang“ginger”, mengatakan ada stigma negatif yang melekat padanya. Hal inilah yang harus segera di hentikan. "Beberapa orang merasa telah dipermalukan, hingga sampai pada titik ingin mewarnai rambutnya” kata Charlotte.

Kendati demikian, pihak Kerajaan Inggris menolak memberikan pernyataan resmi tentang kasus bullying yang pernah dialami oleh adik Pangeran William itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini