Hati-Hati, Orang yang di-Bully Doanya Mustajab

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 04 196 1894454 hati-hati-orang-yang-di-bully-doanya-mustajab-xdtD5iDzEh.jpg (Foto: Efinancialcareers)

BULLYING bisa mendera siapa saja, tidak hanya anak-anak, tetapi orang dewasa juga dapat menjadi korbannya. Sebenarnya bagaimana Islam memandang fenomena bullying ini?

Bully diartikan sebagai penindasan atau penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini bisa menjadi suatu kebiasaan, di mana korban bisa menangis dan terkadang tak memiliki kekuatan untuk melawan.

Bullying identik dengan tindakan zalim yang dilakukan seseorang kepada orang lain. Padahal, dalam Islam, bullying ialah perkara keburukan yang pelaku bullying diancam siksa di akhirat kelak.

Situs Konsultasi syariah menjelaskan, korban tidak membalas ketika di dunia, namun bisa jadi korban akan menuntutnya ketika di akhirat. Allah juga tidak akan pernah melupakan tindakan kezaliman yang dilakukan sesama hamba-Nya.

"Janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak karena melihat siksa," bunyi Surah Ibrahim ayat 42.

 

(Foto: JW)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda terkait dengan kezaliman. “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”, para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di tengah-tengah kita adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta".

Kemudian Rasulullah menjelaskan, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, (namun) ia telah menghina si A, menuduh berzina si B, memakan harta si C, menumpahkan darah si D, dan memukul si E. Maka si A diberi pahala kebaikannya dan si B, si C… diberi pahala kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) kezalimannya, dosa-dosa mereka yang dizalimi itu diambil lalu dilemparkan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim 2581).

Baca juga: Sensasi Makan Bakso Aci Viral di Ibu Kota seperti Apa Rasanya?

Orang yang Dizalimi Doanya Mustajab

Ketika seseorang di-bully, baik di dunia nyata atau di dunia maya, maka ia menjadi orang yang terzalimi. Ketika seseorang terzalimi, maka doanya mustajab, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

"Takutlah kalian terhadap doanya orang yang didzalimi. Karena tidak ada tabir antar dia dengan Allah. (HR. Bukhari 2448).


(Foto: Pinterest)

Baca juga: Inilah 5 Wajah Pria Paling Tampan di Dunia yang Pesonanya Tak Pernah Luntur

Berhasil mem-bully atau menzalimi orang lain bukanlah suatu prestasi. Sebab, ini bisa menjadi dosa yang tidak kita sadari, meskipun kita menganggapnya menyenangkan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini