nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jutaan Hektar Terumbu Karang di Raja Ampat Terancam Rusak Akibat Hama Cot's

Chanry Andrew S, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 14:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 04 406 1894451 jutaan-hektar-terumbu-karang-di-raja-ampat-terancam-rusak-akibat-hama-cot-s-139z1r5Jvh.jpg Terumbu karang di Raja Ampat terancam rusak akibat hama Cot's (Foto: Conry/Okezone)

JUTAAN hektar terumbu karang indah di Raja Ampat, yang masuk dalam urutan pertama terumbu karang indah di dunia, terancam rusak parah hingga mati. Hal ini menyusul ditemukannya hama Crown Of Thorn's (Cot's) yang merupakan hama perusak terumbu karang oleh dua orang penyelam internasional sekaligus pemerhati konservasi terumbu karang asal Australia dan Inggris.

Temuan ini sekaligus sebagai bukti bahwa adanya ancaman serius kerusakan terumbu karang seluas jutaan hektar di pulau bahari tersebut. Ancaman kerusakan terumbu karang ini perlu mendapat penanganan serius oleh semua komponen pemerhati lingkungan bawah air dan Pemerintah Daerah setempat.

Temuan Cot's oleh dua penyelam internasional tersebut masing-masing Norman Van Hoff berkebangsaan Australia dan Jack Daniel Burns berkebangsaan Inggris itu ditemukan di dua lokasi berbeda di perairan Raja Ampat. Masing-masing di perairan Saonek Monday dan perairan teluk Kabuy dan lokasi wisata bawah air lainnya, pada pertengahan bulan Maret, awal April dan Mei 2018.

(Baca Juga: Hindari 5 Hal Ini jika Tak Mau Di-Bully)

Norman Van Hoff, mengatakan, wabah serangan hama Cot's merupakan ancaman nyata yang tengah terjadi di perairan Raja Ampat. Dari temuan tersebut, Norman dan rekannya berhasil mengeluarkan sebanyak 180 ekor hama Cot's dari dua lokasi penyelaman di perairan pulau Saonek Monday dan perairan teluk Kabuy

"Kami snorkeling dan diving di Saonek Monde kami liat banyak sekali hama Cot's, dari pengalaman saya di Australia, hama tersebut telah merusak banyak sekali bahkan ribuan hektar terumbu karang. Serangan hama Cot's bisa menghabiskan banyak terumbu karang dalam waktu singkat, di mana 2 atau 3 bulan seluruh Reed karang hidup bisa mati total, outbreak bisa menjadi bencana buruk terumbu karang di Raja Ampat," jelas Norman saat berbincang-bincang dengan Okezone, Jumat (4/5/2018).

Selain itu kata Norman, serangan hama Cot's dapat menjadi hama berbahaya bagi kelangsungan hidup terumbu karang. Untuk itu, Norman menjelaskan saat hama tersebut ditemukan, mereka berusaha mengeluarkan sebanyak-banyaknya dari lokasi penyelaman.

"Di mana dalam waktu satu setengah jam penyelaman di pulau Saonek Monday dan di teluk Kabuy kami keluarkan 80 dan 100 ekor hama tersebut dan jika dihitung dapat merusak ratusan hektar terumbu karang, nah kalau hama ini ada di seluruh perairan Raja Ampat, maka bisa dibayangkan seluruh atau juta-an hektar terumbu karang terancam mati oleh Hama itu."ungkap Norman.

(Baca Juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying)

Untuk menyelamatkan juta hektar terumbu karang di Raja Ampat, Norman dan rekannya langsung melakukan kampanye perlindungan terumbu karang melalui media sosial. Hal ini agar semua pihak yang punya kepedulian terhadap lingkungan dapat mengambil bagian demi penyelamatan terumbu karang di Raja Ampat tersebut

"Saya sudah posting temuan ini di Media Sosial, di Facebook, Instagram, juga saya Surati ahli melalui email agar mereka, baik LSM juga pemerintah dapat segeralah bergerak cepat selamatkan Terumbu karang dari Hama Cot's itu, karena harus diakui terumbu karang di Raja Ampat adalah terumbu karang yang terkenal di seluruh dunia."katanya

Norman pun menyayangkan sikap LSM dan pemerintah yang lambat dalam penanganan hama tersebut. "Walau temuan ini telah saya Kampanyekan di media sosial dan telah lakukan banyak diskusi soal temuan serangan hama Cot's tersebut, akan tetapi hingga saat ini belum juga ada reaksi dari pemerhati lingkungan dan pemerintah setempat untuk membasmi hama Cot's tersebut," kata Norman

Dari penelusuran Okezone melalui sejumlah referensi yang didapatkan, setiap harinya satu ekor Cot's bisa menghabiskan atau menghancurkan karang seluas badan Cot's tersebut. Dan hama ini bisa memuat jutaan telur dalam sekali bertelur.

Penyebab hama Cot's ini berkembang biak dengan cepat diakibatkan oleh polisi air dan limbah. Selain itu, kurangnya predator Giant Triton Shell yang sudah hampir punah karena sudah diambil orang juga menjadi salah satu hama Cot's cepat berkembang biak.

Para ahli pun setuju untuk menyelamatkan terumbu karang dari ancaman wabah Cot's dimana secepatnya hama tersebut harus segera di berantas. Upaya penyelamatan tidak boleh ditunggu hingga kerusakan terumbu karang itu meluas dan bertambah parah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini