nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Tanatophobia, Rasa Takut Mati yang Berlebihan

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 11:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 04 481 1894379 mengenal-tanathopibia-rasa-takut-mati-yang-berlebihan-axAJhKeXhV.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana kematian akan datang menghampiri. Namun yang pasti, semua orang akan mati pada akhirnya. Sedikit merasa takut akan mati adalah hal yang wajar, karena tidak ada yang tahu tentang masa depan. Yang tidak wajar adalah merasa amat sangat takut mati sampai-sampai stres dan mengurung diri agar tidak celaka atau terkena penyakit.

Tanatophobia, ketika seseorang sangat takut mati

Mengkhawatirkan kesehatan adalah hal yang wajar. Dengan begitu, Anda akan belajar untuk bisa menjaga diri lebih baik lagi — baik dengan makan makanan sehat, berolahraga rutin, dan lebih berhati-hati dalam beraktivitas agar tidak cedera.

Baca Juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying

Mencemaskan keselamatan diri sendiri juga membantu Anda memperhitungkan setiap langkah yang harus dilakukan dalam hidup sekaligus mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan terburuk, misalnya ketika menghadapi bencana alam.

Begitu pula dengan rasa duka dan kesedihan yang melanda hati setelah ditinggal pergi selamanya oleh orang terkasih. Berduka melatih Anda agar bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa dan tangguh menghadapi hidup.

Meski begitu, segelintir orang di dunia ini bisa merasakan ketakutan yang amat sangat terhadap kematian atau proses kematiannya itu sendiri. Ketakutan tidak wajar inilah yang disebut sebagai tanatophobia, alias fobia kematian.

Thanatophobia tidak secara resmi diakui oleh American Psychiatric Association sebagai gangguan psikologi. Meski begitu, stres dan kecemasan berat yang mungkin diakibatkannya sering dikaitkan dengan gangguan kecemasan umum.

Fobia itu sendiri adalah sebuah gangguan psikologis yang ditandai dengan rasa ketakutan ekstrem dan tidak masuk akal. Tidak seperti rasa takut pada umumnya, fobia biasanya berkaitan dengan satu hal yang spesifik.

Selain itu, rasa takut biasa pada umumnya hanya berlangsung sebentar dan bisa mereda segera setelah pemicunya menghilang. Berbeda dengan fobia. Anda mungkin tahu dan menyadari bahwa ketakutan Anda tidak masuk akal, tapi Anda tetap tidak bisa mengendalikan perasaan tersebut.

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan fobia. Namun, rasa takut mati yang berlebihan bisa dipicu oleh beberapa faktor tertentu. Misalnya, pengalaman masa lalu yang traumatis. Seseorang bisa memiliki ketakutan ekstrem terhadap kematian apabila mereka pernah mengalami situasi yang mengancam nyawa atau hampir menyebabkan kematian, seperti bencana alam, kecelakaan, atau penyakit — baik pada diri sendiri maupun orang terdekatnya.

Tanatophobia juga bisa dipicu oleh faktor religi alias keagamaan. Hampir semua ajaran agama pasti mengajarkan mengenai kehidupan setelah mati, seperti kehidupan di surga dan neraka. Beberapa orang dengan thanatophobia mengalami kekhawatiran yang berlebihan mengenai kehidupan setelah mati, karena tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu.

Apa saja faktor risiko thanatophobia?

Orang-orang dewasa muda lebih berisiko memiliki tanatophobia daripada orang-orang lanjut usia. Kecemasan berlebih terhadap kematian biasanya mulai nampak terjadi di usia 20-an. Pada wanita, ketakutan ekstrem ini bisa terus berlanjut hingga usia 50-an. Selain itu, orang-orang yang memiliki banyak masalah kesehatan serius juga lebih mungkin mengalami kecemasan berlebihan seputar masa depan hidupnya.

Apa tanda orang memiliki rasa takut mati berlebihan?

Sama seperti fobia lainnya, tanda dan gejala tanatophobia tidak hadir setiap saat. Anda mungkin baru menyadari tanda-tandanya ketika Anda mulai berpikir tentang kematian Anda atau orang yang Anda cintai. Bahkan, memikirkan pemicu fobianya pun bisa membuat Anda sangat stres dan keringat dingin.

Gejala yang paling umum dari kondisi psikologis ini termasuk:

Sering mengalami serangan panik

Merasa amat sangat cemas

Pusing

Berkeringat

Detak jantung tidak teratur

Mual

Sakit perut

Sensitivitas terhadap suhu panas atau dingin

Selain gejala fisik, tanatophobia juga bisa menyebabkan gejala emosional, seperti:

Menutup diri dari lingkungan

Menghindari teman dan keluarga untuk jangka waktu yang lama

Marah

Merasa sedih berlebihan

Mudah tersinggung

Merasa bersalah

Rasa khawatir terus-menerus

Baca Juga: Ini Dia Rudal Kendali Jarak Jauh Buatan Mahasiswa Yogyakarta

Adakah yang bisa dilakukan untuk mengatasi thanatophobia?

Fokus perawatan untuk tanatophobia adalah untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan berlebihan Anda akan kematian. Terapi bisa termasuk sesi konsultasi dengan psikolog, terapi perilaku kognitif (CBT), teknik relaksasi untuk meredakan kecemasannya, hingga penggunaan obat-obatan resep dokter jika dirasa perlu.

Anda juga mungkin menjalani kombinasi terapi fobia dari beberapa pilihan di atas. Untuk mengetahui perawatan mana yang tepat untuk kondisi Anda, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini