Uniknya Sepatu Kayu Chopines Tunjukkan Status Sosial Pemakainya

Dada Sathilla, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 07 194 1895252 uniknya-sepatu-kayu-chopines-tunjukkan-status-sosial-pemakainya-wgbQx6Gtq7.jpg (Foto: Wuselig CC BY SA 4.0/Thevintagenews)

DIKENAL sebagai pusat mode dunia, Italia telah menciptakan bermacam produk fashion yang trendy dan unik. Salah satunya adalah chopines, sepatu kayu berhak tebal dari Venezia. Chopines sangat populer di kalangan wanita Venezia dan juga dijadikan simbol status sosial.

Chopines merupakan sepatu kayu berhak tebal yang umum dipakai para perempuan Venezia. Hak sepatu dibuat sangat tinggi dan tebal agar pemakainya terhindar dari lumpur dan debu. Chopines sangat populer di kalangan perempuan Venezia pada abad ke 15, 16, dan 17.

Tak cuma dipakai untuk mempercantik penampilan, tetapi juga untuk menunjukkan status sosial. Semakin tinggi haknya berarti status sosial pemakainya semakin tinggi. Oleh karena itu chopines banyak dipakai oleh bangsawan wanita dan wanita penghibur kelas atas.

Meski memakai chopines membawa kebanggaan bagi pemakainya, para wanita juga merasa tersiksa saat memakai chopines. Pasalnya mereka tak bisa bebas melangkah karena hak sepatu yang terlalu tinggi dan tebal.

 

Wanita yang memakai chopines perlu dituntun suami atau pelayannya saat berjalan. Gaya berjalannya pun terlihat lucu serta tak sestabil saat memakai sepatu biasa.

Karena dianggap menyulitkan wanita berjalan, aturan hukum Venezia mengubah ketentuan tebal hak chopines menjadi 3 cm saja. Sayangnya aturan ini diabaikan. Kaum wanita tetap memakai chopines dengan hak yang tinggi dan tebal sampai-sampai sepatunya tertutup gaun.

Baca juga: Pasangan ini Menikah dengan Mas Kawin Burung Love Bird

Selain sebagai simbol status sosial, chopines kadang juga dianggap sebagai alat untuk memastikan kaum wanita Venezia pulang ke rumah dan tak menyeleweng. Wah, ada-ada saja ya.

 

Baca juga: 10 Selebritis Dunia Penyuka Sepatu Sneakers 'Murahan'

Kepopuleran chopines akhirnya meredup saat sepatu berhak runcing ditemukan pada abad ke-17. Dianggap lebih praktis dan tak mempersulit pemakainya, para perempuan Venezia pun beralih menggunakan sepatu high heels. Meski begitu, chopines tetap diingat sebagai sepatu kayu berhak tinggi dan tebal khas Venezia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini