nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikah karena Dijodohkan, Ini 7 Hal yang Harus Kamu Pahami

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 18:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 07 196 1895372 menikah-karena-dijodohkan-ini-7-hal-yang-harus-kamu-pahami-SzhpYIzW7I.jpg Ilustrasi Pernikahan. (Foto: Indiatimes)

SAAT ini memang bukan jamanya Siti Nurbaya yang dipaksa menikah oleh orangtuanya dengan orang yang dia tidak kenal. Meski demikian bukan bearti perjodohan sudah tidak ada lagi.

Beberapa orang malah meminta dijodohkan, agar dapat segera menikah. Hal yang lumrah kok, bahkan fenomena ini juga dibuat acara TV, seperti 'Married at first sight'. Nah, kalau kebetulan kamu adalah orang yang akan menikah karena dijodohkan, kamu harus mengetahui bagaimana membuat hubungan pernikahan ini berhasil.

Melansir indiatimes, ada beberapa hal yang harus diketahui agar pernikahan dari perjodohan mampu berjalan.

(Baca Juga: Intip Gaya Kekasih Bule Cucu Soeharto saat Kenakan Kebaya)
​It was difficult but I finally told my husband

(Foto: indiatimes)

Kehidupan setelah menikah jauh dari sempurna

Jangan bayangkan kehidupan pernikahan kamu akan seperti sebuah film, yang mengungkapkan cinta pada pandangan pertama ketika kamu bertemu dengan calon suamimu.

Bisa jadi, suami kamu tidak akan menjadikan kamu prioritasnya. Kehidupan pasca-pernikahan bisa jauh dari sempurna, dan semua yang kamu bayangkan setelah pernikahan akan menjadi sebuah kebohongan besar.

Tidak ada yang namanya Cinta

Kamu akan menemukan bahwa tidak ada cinta 'pada pandangan pertama', bahkan mungkin kamu benar-benar tidak menemukan cinta sama sekali dengan pasanganmu. Mungkin tidak ada perasaan bergejolak ketika kamu bertemu dengan dia, meskipun kamu akan menikah dengan seorang pria yang sangat berdedikasi dan tulus.

Kamu juga yakin jika dia bisa merawatmu dengan baik. Meski begitu, perasaan cinta kepadanya tidak tumbuh. Yang kamu dapatkan, lebih tentang mengawasi pekerjaan rumah tangga, mengelola keuangan dan memastikan semuanya berjalan lancar.

(Baca Juga: 10 Selebritis Dunia Penyuka Sepatu Sneakers 'Murahan')

I could not relate to the life I was leading

(Foto: indiatimes)

Tidak ada romansa

Mungkin kamu akan menunggu berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan agar terbiasa dengan dia. Sayangnya, yang kamu dapatkan hanya suami yang kamu yang lelah, sepulang dari pekerjaannya dan berbicara tentang kantornya, sama sekali tidak romantis.

Jika kamu berharap ada makan malam dengan cahaya lilin, sambil berdiskusi tentang rencana ke depan, hal itu tidak akan ada. Mungkin kehidupan seks kamu menyenangkan, tetapi tetap saja kamu tidak bisa menemukan romansa yang timbul dari cinta.

Berbagi ini dengan orangtua

Mungkin kamu akan mencoba berbicara dengan orangtua mua pasca-pernikahan. Namun, yakinkah kamu bahwa orangtua mu mengerti apa yang kamu utarakan. Mungkin kamu bisa berkata, 'Saya tidak mencintainya' dan orangtua mu akan bertanya 'Apakah dia tidak memperhatikan kamu?' atau 'Apakah dia bertidak kasar kepadamu?'.

Jika jawaban kamu tidak, maka kemungkinan mereka hanya mengatakan saya harus bersabar dan mencoba untuk memahaminya lebih baik. Mungkin, mereka pun akan menyarankan kamu untuk mengutarakannya dengan pasangan kamu, dan mencari jalan keluarnya.

Jujur ke suami

Meskipun kamu tidak merasakan cinta pada pasangan kamu, apakah dia penuh perhatian, mengurus semuanya dan memastikan bahwa kamu merasa nyaman? Jika iya, tidak ada salahnya kamu mengungkapkan perasaan kamu kepadanya.

Ada baiknya kamu segera mencari jalan dengan pasangan mu, sebelum perbedaan antara kalian menjadi tidak dapat diperbaiki. Mungkin kamu sedikit kecewa jika dia tidak banyak bicara atau tidak memberikan saran. Tapi, apa yang kamu ungkapkan sudah pasti dia terima dan hal ini juga akan lebih membuat kamu merasa lebih ringan.

(Baca Juga: Pasangan ini Menikah dengan Mas Kawin Burung Love Bird!)

​Next morning he left me a note before leaving for office

(Foto: Indiatimes)

Mulai perhatian

Mulai perhatikan hal-hal kecil yang dia sukai atau tidak. Kamu juga bisa menyampaikan hal-hal yang kamu sukai, meskipun merupakan hal kecil, tidak ada salahnya untuk mencoba kan. Lakukan hal ini dengan rutin, dengan demikian pasangan kamu pun akan memulai melakukan hal yang kamu sukai.

Pasalnya, cinta bukan perasaan memabukkan. Cinta hanya seperti sepatu usang, selama kamu memakainya kamu menikmatinya, tapi akan kehilangan kenyamanannya ketika kamu sudah punya yang baru.

Terus Jalin Komunikasi

Dengan sedikit kesabaran dan komunikasi ​​yang baik, kamu tidak akan lagi membayangkan cinta dengan makan malam cahaya lilin, atau seberapa banyak hadiah yang dia berikan kepada kamu.

Jangan lupa untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum berangkat ke kantor, atau selamat datang ketika dia sampai ke rumah. Agar mendapatkan pernikahan yang kamu inginkan, kalian berdua harus mau berubah dan bertoleransi, karena perubahanlah yang membuat perkawinan berhasil. Selamat Mencoba!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini