nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak hanya Ladang Minyak, Arab Saudi Juga Punya Gurun Permata Alami

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 13:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 07 406 1895249 tidak-hanya-ladang-minyak-arab-saudi-juga-punya-gurun-permata-alami-CVD3Yyz94J.jpg Padang Pasir Diamond (Foto: Nexter)

KAWASAN Timur Tengah dikenal memiliki kandungan minyak mentah yang berlimpah. Bahkan, Arab Saudi mendapat julukan Negeri Petro Dollar mengingat pendapatan utama negara tersebut berasal dari produksi minyak.

Akan tetapi, belum lama ini ditemukan juga pasir-pasir berkilauan di Desa Qaisumah, Arab Saudi. Awalnya, pasir berkilauan itu dikira sebagai permata atau perhiasan milik seorang penjelajah yang hilang di gurun. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata gurun tersebut adalah hamparan batu permata alami.

Baca juga:

Batu-batu kuarsa itu berasal dari mikro-mineral yang sama dengan topaz dan amethyst. Apabila dipotong dan dipoles dengan baik, berlian tersebut memiliki kilau dan kecemerlangan yang identik dengan berlian karbon yang berharga jauh lebih mahal.

Meski beberapa gurun ditemukan di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait, hamparan gurun berlian sebagian besar dipanen di Arab Saudi. Melansir dari Arab News, Senin (7/5/2018), batu mulai tersebut diberi nama ‘Permata Qaisumah’, sesuai nama desa tempatnya ditemukan pertama kali.

Ribuan tahun lalu, hujan menyapu jutaan permata kuarsa dari hilir pegunungan Hijaz. Air yang mengalir secara alami ke Teluk Arab dan batuan sedimen itu mengendap menjadi apa yang sekarang menjadi dataran gurun yang luas.

Dalam keadaan alami, berlian gurun adalah batu sungai sederhana dengan tampilan warna susu. Namun, ketika dipegang di bawah sinar matahari, batu tersebut benar-benar tembus cahaya. Para ahli menyatakan, semakin mudah ditembus cahaya, maka kualitas batu permata tersebut akan semakin baik.

Batu permata gurun itu tahan terhadap perubahan warna, tidak mudah hancur seiring pertambahan usia, dan bahkan tidak dapat tergores. Tidak seperti permata kubik zirkonia yang diproduksi di laboratorium, batu pertama gurun itu menghasilkan kilau yang lebih murni dan alami. Sebab, mereka mengandung sifat refraktori yang sama seperti berlian karbon murni asli.

Batu permata gurun mentah biasanya dipotong berbentuk kotak atau persegi panjang. Setelahnya, batu akan diawetkan dengan menggunakan bahan kimia untuk menjaga kekerasan dan kejelasannya, diikuti proses penggilingan sebagai bentuk akhir permata, sebelum akhirnya dipoles.

Harga jual batu mulia tergantung pada karat, warna, tingkat kejelasan, dan kondisi. Batu mulia dengan kualitas terbaik dilepas dengan harga minimal USD200 (setara Rp2,8 juta) per kilogram di pasaran.

(ren)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini