nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alat Kontrasepsi Menentukan Masa Depan Keluarga, Ini Penjelasannya

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 17:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 07 481 1895465 alat-kontrasepsi-menentukan-masa-depan-keluarga-ini-penjelasannya-qXxPkUZojr.jpg Ilustrasi. Foto: KSL

SETIAP perempuan punya hak untuk memutuskan metode kontrasepsi yang tepat. Penggunaan kontrasepsi tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan reproduksi, tetapi juga masa depan keluarga.

Berbicara tentang kontrasepsi, sebuah penelitian mengonfirmasi bahwa kemampuan perempuan untuk menggunakan kontrasepsi dan menentukan apakah dan kapan memiliki anak, dapat meningkatkan kesempatan mereka untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang diinginkan.

Pada akhirnya hal itu akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah pendapatan mereka serta menjadikan keluarga lebih memiliki kesehatan mental dan kebahagiaan yang stabil, yang berujung pada kesejahteraan anak-anak mereka.

Namun, riset lain menyebutkan bahwa rata-rata perempuan menghabiskan waktu kurang dari 15 menit untuk memutuskan memilih metode kontrasepsi yang tepat bagi mereka.

[Baca Juga: 7 Fakta Pil Kontrasepsi yang Perlu Anda Diketahui]

Padahal, perempuan bisa menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk memutuskan baju mana yang akan mereka kenakan hari ini. Dr Dinda Derdameisya SpOG menuturkan, sudah seharusnya perempuan masa kini mempunyai rencana kapan menikah dan menunda kehamilan.

Berbicara tentang perencanaan, kontrasepsi memiliki peran terpenting. Setiap perempuan memiliki hak mengetahui, mempelajari, dan memutuskan metode kontrasepsi yang tepat bagi mereka.

“Sebab, penggunaan kontrasepsi akan bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan reproduksi perempuan, tetapi juga masa depan keluarganya,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta BKKBN drg Widwiono MKes menyarankan, jika sudah punya anak dan tidak berencana memiliki anak dalam waktu dekat, sebaiknya pilih KB implan atau IUD yang tidak mengganggu hormonal. “Juga untuk menghindari lupa kalau pakai pil,” katanya.

[Baca Juga: Syarat Penggunaan Alat Kontrasepsi Aman untuk Wanita]

Bagi mereka yang menggunakan alat KB hormonal (pil, suntik) lebih dari dua tahun, dia menyarankan untuk diberhentikan dahulu dan beralih ke KB nonhormonal seperti IUD. Hal ini karena terdapat risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Diketahui, pil KB mengandung hormon tambahan yang menyerupai hormon perempuan, tetapi sintetis. Jika digunakan dalam jangka panjang, akan berisiko darah tinggi.



“Bagaimanapun zat dari luar yang kita konsumsi bertahun-tahun bisa membahayakan kesehatan. Maka itu, setelah dua tahun, harus diganti dengan KB nonhormonal,” kata dr Dinda menimpali.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini