nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Met Gala 2018 Mengusung Tema Heavenly Bodies: Fashion and the Chatolic Imagination, Ini Makna di Baliknya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 08 Mei 2018 08:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 08 194 1895669 met-gala-2018-mengusung-tema-heavenly-bodies-fashion-and-the-chatolic-imagination-ini-makna-di-baliknya-H7B4Eg3hQo.jpg Tema Met Gala 2018 (Foto: Vogue)

MET Gala menjadi salah satu ajang fashion dan seni yang paling dilihat di seluruh dunia. Para selebriti dunia bakal hadir di acara tersebut dalam koleksi busana yang tidak terpikirkan sebelumnya. Seperti yang terjadi tahun ini.

Ya, mengusung tema "Heavenly Bodies: Fashion and the Chatolic Imagination", Met Gala coba menampilkan sisi religius dan fashion dalam kesatuan yang sama. Menarik! Terlebih ketika interpretasi para selebriti ini mengenakan koleksi bernuansa religi, seperti misalnya Rihanna yang memgenakan busana yang terilhami dari busana Paus di gereja katolik.

Tapi, tahukan Anda sejarah di balik tema tahun ini?

Dilansir dari Vogue, Selasa (8/5/2018), the Costume Institute menguduskan kecintaannya pada fashion dengan menghadirkan "Heavenly Bodies: Fashion and the Chatolic Imagination".

Tema ini dipilih untuk menciptakan dialog antara fashion dan karya seni religius dalam kepemilikan museum. Untuk memberi kesan dramatis, Anda mesti tahu juga bahwa Met Gala 2018 mengusung konsep trinitas lokasi. Ya, event ini bakal dilangsungkan di tiga tempat, yaitu the Anna Wintour Costume Center, the medieval galleries at the Met's Fifth Avenue, dan di pusat kota di Cloisters.

Ada yang menarik dari Met Gala 2018. Adalah fokus koleksi tahun ini adalah pakaian kepausan yang dipinjam dari sakristi Kapel Sistine yang mana koleksi ini tidak pernah diperlihatkan di luar Vatikan, sekali pun di The 1983 Met blockbuster yang kala itu mengusung tema "The Vatican Collections: The Papacy and Art".

Tampilan potongan-potongan gerejawi yang luar biasa ini akan menyoroti pengaruh abadi agama dan liturgi pada mode, dari Cristóbal Balenciaga hingga Donatella Versace, yang menjadi sponsor, bersama Christine dan Stephen A. Schwarzman. Ada juga Condé Nast yang akan memberikan dukungan tambahan.

Di antara 150 atau lebih ansambel yang akan dipamerkan, salah satunya adalah koleksi Coco Chanel yang proses pembuatannya didampingi langsung para biarawati. Tidak hanya itu, koleksi John Galliano di koleksi Fall Couture Fallout 2000-nya yang agresif untuk Christian Dior juga bakal hadir. Koleksi itu menampilkan busana seperti sosok paus yang mengayun dupa, "Understand the Concept of Love".

Lebih lanjut lagi, dengan menempatkan mode dalam "konteks yang lebih luas dari produksi seni religius" (seperti lukisan dan arsitektur), kurator Custome Institute yang bertugas Andrew Bolton, bekerja bersama dengan kolega dari departemen abad pertengahan Met dan Cloisters, bertujuan untuk menunjukkan bagaimana "kekristenan material" telah membantu membentuk "imajinasi Katolik."

Persimpangan iman dan mode, yang sakral dan profan, sebagaimana adanya, tidak selalu mudah - "kompleks dan kadang-kadang diperebutkan" adalah bagaimana Bolton mengkarakteristikan hubungan itu - tetapi interaksi antara keduanya telah mengilhami beberapa inovasi busana yang menakjubkan.

Hal yang juga mengesankan adalah co-host 2018 Anna Wintour untuk Gala Met tahun ini, yang banyak dipuja oleh paparazzi: Amal Clooney, Rihanna, dan Donatella Versace.

Sedikit informasi, "Heavenly Bodies: Gashion and the Catholic Imagination" akan ditampilkan pada 10 Mei hingga 8 Oktober 2018. Katalog foto tahun ini didisain oleh Katerina Jebb.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini