Image

Minuman Bersoda Tak Sama dengan Minuman Karbonasi, Ini Perbedaannya

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 08 Mei 2018 11:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 08 298 1895739 minuman-bersoda-tak-sama-dengan-minuman-karbonasi-ini-perbedaannya-MbpBp3B9mi.jpg (Foto: Popsugar)

BANYAK peristiwa penting yang diperingati pada hari ini, salah satunya adalah penemuan minuman bersoda. Ramuan minuman ini pertama kali ditemukan oleh seorang apoteker bernama John Pemberton pada 8 Mei 1886. Penemuan ini terjadi tidak sengaja karena awalnya ia ingin meracik obat untuk menghilangkan sakit kepala.

Mengutip ThoughtCo, Selasa (8/5/2018), pada masa itu pemerintah mengeluarkan aturan yang tidak memperbolehkan produksi obat mengandung alkohol. Kemudian John bersama rekannya membuat ramuan dari daun coca dan biji cola. Rekannya kemudian tidak sengaja mencampurkan ramuan dengan air karbonasi.

Pada awalnya, apotek tersebut bisa menjual 9 botol minuman setiap harinya. Namun bisa dibilang itu sebagai bentuk kerugian karena biaya produksi yang lebih besar. Setahun kemudian formula ramuan dibeli oleh seorang apoteker yang juga pengusaha, Asa Candler.

Seiring berjalannya waktu, penjualan minuman tersebut terus meningkat dan semakin populer. Hingga 1905, minuman tersebut dipasarkan sebagai tonik yang mengandung ekstrak kokain dan kacang kola kaya kafein.

 

Kini mulai banyak perusahaan yang memproduksi minuman bersoda. Masing-masing minuman juga memiliki penggemar yang berbeda. Di sisi lain, selama ini minuman bersoda dikenal dengan nama minuman berkarbonasi. Namun, ternyata keduanya berbeda.

Melansir Pop Sugar, air berkarbonasi adalah air yang mengandung larutan karbon dioksida. Istilah ini sering digunakan pada minuman bersoda padahal minuman itu banyak jenisnya antara lain seltzer, club soda, dan sparkling water atau air berbuih.

Baca juga: Inilah 5 Wajah Pria Paling Tampan di Dunia yang Pesonanya Tak Pernah Luntur

Seltzer dan club soda telah diproduksi secara buatan dengan menghilangkan karbon dioksida melalui proses tekanan air. Selain itu, ada pula yang diberikan bahan tambahan seperti perasa dan aditif. Jenis minuman inilah yang banyak beredar di masyarakat dengan istilah minuman ringan.

 

Baca juga: 4 Ilmuwan Dunia yang Masuk Islam karena Riset Ilmiah Mereka

Sebaliknya, sparkling water atau air mineral berbuih adalah minuman karbonasi sesungguhnya. Sebab air itu memang mengandung karbonasi dan mineral alami. Maka tak heran bila harga minuman ini sedikit lebih mahal namun efek yang ditimbulkan jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan air berkarbonasi lainnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini