Tren Rumah Instan, Mengakali Mahalnya Kayu

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 09 Mei 2018 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 09 196 1896343 tren-rumah-instan-mengakali-mahalnya-kayu-y5rMHuLB4X.jpg Ilustrasi. Foto: renovasibangunanrumah.com

BAHAN bangunan metal kian inovatif dan bisa digunakan secara meluas. Bahan ini sekarang banyak digunakan untuk mengganti kayu dan tutup atap karena kayu berkualitas sudah sulit diperoleh dan harganya sangat mahal.

Saat ini masyarakat lebih mengenal bangunan rumah yang dibuat dengan bata dan plesteran serta atap berbahan gipsum atau papan. Padahal, banyak material alternatif yang bisa melengkapi keindahan bangunan hunian Anda.

Salah satunya hunian yang daat dibuat secara instan dengan material logam, genteng metal, rangka baja ringan, kaso metal. Hunian seperti ini dapat dibuat hanya dalam lima hari untuk tipe standar 22 m2. Produk ini bisa dibangun menjadi rumah dua lantai, selain bisa pula dibuat menjadi gudang, pabrik, dan bangunan lain sesuai kebutuhan.

Vice President Tatalogam Stephanus Koeswandi mengatakan, produk rumah instan seperti Domus pada saatnya akan banyak digunakan karena kebutuhan hunian ke depan semakin tinggi dan menuntut efisiensi dan kepraktisan serta mengedepankan fungsi.

[Baca Juga: Tips Menata Hiasan Seni di Dalam Rumah agar Makin Ciamik]

"Jadi, akan seperti rangka baja ringan yang saat ini sudah bisa menggantikan kayu setelah gencar diperkenalkan pada 2005 dengan teknologi dari Australia. Sekarang penggunaan baja ringan di sini sudah jauh lebih besar dibandingkan Australia. ā€ˇMakanya saya yakin konsep rumah instan juga akan populer pada saatnya," ungkap Stephanus.

Ilustrasi rumah. Foto tabahtruss.com

Hunian instan menggunakan material utama purlin dan praktis. Purlin adalah profil baja galvanis berbentuk kanal C dengan ukuran dan ketebalan tertentu berbahan baku baja Hiten G450 dan Z18-Z22 yang diklaim lebih kuat dibandingkan baja konvensional. Purlin bisa digunakan untuk gorden dan girts (dudukan cladding ), sedangkan praktis berfungsi membentuk kolom praktis pada bangunan sehingga tidak memerlukan perakitan besi beton bekisting dan pengecoran.

Sementara lantai rumah menggunakan keramik biasa, dinding ditutup bata beraerasi (bata ringan) yang diikat dengan struktur praktis, plafon gipsum, rangka baja ringan, dan atap metal. Paket rangka rumah seperti ini dipasarkan dengan harga Rp19 juta-Rp40 juta per unit untuk hunian bertipe 21 di luar fondasi dan lahan.

[Baca Juga: Walau Mungil, 5 Rumah Ini Tak Kalah Indah dan Menginspirasi]

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini