nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manjakan Lidah dengan Sajian Bercita Rasa Lokal, Ini 3 Rekomendasinya!

Utami Evi Riyani / Dinno Baskoro, Jurnalis · Rabu 09 Mei 2018 21:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 09 298 1896507 manjakan-lidah-dengan-sajian-bercita-rasa-lokal-ini-3-rekomendasinya-7qxM16V4Kd.jpg Makanan dengan cita rasa lokal (Foto: Voneats)

BEGITU banyak tersebar restoran dengan konsep menunya masing-masing. Namun bagi orang Indonesia, tetap saja hidangan dengan cita rasa lokal jadi yang paling digemari. Bingung mau makan di mana.

Berikut Okezone rangkum 3 rekomendasi restoran yang menyajikan menu dengan sentuhan lokal, baik dari penggunaan bumbu hingga bahan-bahan lokal:

Gyutan Don Bertabur Cabai Rawit

Makanan dengan cita rasa Jepang selalu memiliki penggemarnya sendiri di Indonesia. Seperti menu-menu yang disajikan Negiya di enam restorannya yang tersebar di Indonesia.

Jika ingin merasakan sajian khas di restoran ini, Anda bisa memesan gyutan don yang merupakan olahan dari lidah sapi dengan rasa saus spesial yang tentunya diberi sentuhan cita rasa lokal. Rasanya yang gurih dan manis memberikan sensasi unik di lidah. Ditambah dengan irisan cabai rawit yang ditaburkan di atas lidah sapi, cocok untuk Anda yang menyukai cita rasa pedas.

Baca Juga: Sepatu 'Gembel' Agnez Mo hingga Komentar Netizen yang Menohok

"Signature dish kami adalah gyutan don. Lidah sapi yang diiris tipis dan dimarinate tiga hari dengan saus spesial," ucap Wira Gunawan selaku Kitchen Manager di Negiya Kitchen Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara belum lama ini.

Penyajian gyutan don dipadukan dengan nasi di bagian bawahnya. Kemudian permukaan nasi diisi dengan lidah sapi yang bertabur cabai rawit dan daun bawang. Wira menambahkan, penggunaan saus spesial pada gyutan don terinspirasi dari restoran Jepang ternama di Melbourne, Australia yang terkenal akan rasa sausnya.

"Dulu pemilik kita kuliah dan tinggal di Australia. Dia melihat pangsa pasar gyutan don adalah mahasiswa Indonesia yang suka," ujarnya.

Tidak heran jika makanan ini disukai oleh orang Indonesia. Sebab rasa gurihnya sesuai dengan selera lidah Indonesia, terlebih dengan adanya taburan cabai rawit yang membuat selera makan semakin tinggi.

Di cabang Kelapa Gading, Negiya Dining menghadirkan beberapa menu andalan seperti gyu enoki roll, gyutan don, menya gyutan, ebi katsu curry, hingga dessert seperti matcha anmitsu, kyoto panna cotta, dan beberapa minuman menyegarkan seperti yuzu yakult, peach yakult, serta lemon yakult.

Selain menu spesial, Anda juga bisa merasakan menu pilihan lain yang tak kalah menggoda. Anda bisa mencoba chicken avo tartar, karage dengan saus yang terbuat dari campuran tartar dan alpukat. Anda juga bisa memesan spicy chicken jika ingin merasakan daging ayam dengan cita rasa pedas.

Jika ingin memanjakan lidah dengan gyutan khas Negiya ini, Anda bisa mengunjungi restorannya yang terletak di Mal Kelapa Gading 3, Gourmet Walk, Kelapa Gading. Jangan khawatir, harga yang ditawarkan cukup terjangkau dari Rp25 ribu - Rp127 ribu.

Eksplorasi rempah

 

Indonesia dikenal dengan masakan yang kaya rempah. Inilah yang membuat aneka masakannya terasa lebih sedap dan menggoda. Hal tersebut pun diusung salah satu restoran yang terletak di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan. Ada lebih dari 30 hidangan dengan kreasi rempah menjadi hidangan unggulan di resto yang bernama Dapur Asia ini.

Ada lebih dari 30 kreasi hidangan dan minuman dengan eksplorasi rempah seperti cengkeh, lada, kayumanis, jahe, jinten, adas serta rempah lainnya. Dan yang paling unik adalah kecombrang!

"Kecombrang itu unik, dia punya rasa dan aroma yang khas. Selain rempah-rempah, kami juga ingin mengangkat kecombrang yang saat ini terbilang jarang ditemui dalam masakan," ujar Widya Nugraheny, GM resto tersebut kepada Okezone.

Menu pertama yang bisa dicoba adalah nasi goreng kecombrang. Hidangan ini dimasak dengan bumbu dan rempah nasi goreng dan taburan kecombrang. Disajikan dengan buntut sapi goreng, telur mata sapi, kerupuk dan sambal kecombrang.

Jika dinikmati, nasi gorengnya terasa unik karena ada kecombrang segar yang ditabur dan tak hanya memberi tekstur renyah, tapi ada sensasi harum kecombrang yang berpadu dengan nasi goreng tersebut. Apalagi disantap dengan nasi

Buntut sapinya juga empuk, ternyata resto ini punya teknik khusus untuk mengolah buntut sapi, yakni dengan cara menyusutkan berat daging hingga 30 persen saat dimasak. Menu pilihan lain yang tak kalah menggoda, yakni sop iga kuah asam yang lengkap tersaji dengan nasi, kerupuk dan sambal hijau.

 

Selain itu ada hidangan unik lain berupa sate ayam yang tidak disajikan dengan saus kacang atau kecap, melainkan pakai bumbu rujak yang berbahan dasar santan yang dipadu dengan aneka rempah.

Ketika dicicipi, sate bumbu rujak ini terasa unik. Karena paduan gurih dari santan dan segar aroma rempahnya terasa berbeda saat berpadu di mulut. Berbagai hidangan mi dengan campuran bumbu rempah juga tersedia di resto yang punya konsep light and fun ini.

Jika bosan makan nasi, aneka mi yamin dengan racikan topping dan bumbu rempah juga bisa dicoba. Seperti yamin sambal matah, mi yamin lidah balado sampai mi kari bakso yang cita rasanya sudah dimodifikasi dengan lidah orang Indonesia.

Lebih lanjut, rupanya tak hanya makanan yang menggunakan rempah. Aneka minumannya juga diracik dengan rempah. Mulai dari kopi perjuangan yang terdiri dari kombinasi kopi arabika Sumatera, Kintamani, Jawa dan robusta yang diseduh dengan jahe merah bakar.

Teh blackpepper, racikan teh hitam yang diseduh dengan lada hitam tumbuk, es kopi, kopi mantul, bir pletok dan lain sebagainya. Semua minuman diracik dengan rempah sehingga rasanya pun unik, khas, ada sensasi pedas menggigit dan tentunya bikin sehat! Semua menu di Dapur Asia juga cukup terjangkau, kisaran harganya mulai dari Rp15.000-Rp.60.000

Cita rasa kopi lokal khas Banjarnegara

Setiap daerah punya ciri khas akan cita rasa kopi yang dihasilkan. Hal tersebutlah yang membuat kibordis band Powerslaves, Wiwiex Soedarno tertarik menekuni dan memulai bisnis kopi. Ia mengakui, semua itu berawal sejak dibawa rekannya mencoba minuman kopi di sebuah gerai.

Perlahan ketertarikan itupun muncul dan mulai mencari kopi khas dari daerah yang dikunjungi seakan jadi hal wajib baginya. Setelah beberapa tahun mempelajari karakteristik kopi, daerah, Wiwiex pun membuka gerai kopi yang dinamai Rumah Kopi 2 Banjarnegara.

"Ketika saya menggeluti bisnis kuliner, saya juga punya pandangan kopi ini sangat dibutuhkan karena merupakan bahan pokok. Bukan sekadar tren. Dan saya menikmati bisnis ini karena tidak memakan waktu terlalu banyak buat saya," ujarnya.

Rumah Kopi 2 berada di tengah kota Banjarnegara, tepatnya di Jalan Dipayuda. Gerai kopi ini terbilang unik, sebab konsepnya bernuansa hitam putih yang asyik buat nongkrong bersama rekan sejawat.

Aneka kopi yang disajikan pun mengangkat kopi lokal unggulan. Mulai dari kopi organik khas Banjarnegara, kopi Arabica yang diproses fullwash seperti Kalibening, kopi Balun, Wanayasa, Kasmaran dan Babadan. Racikan kopi Robusta pun tersedia, pilihannya kopi Pesangkalan, Tlaga dan Robusta Kalibening.

(Baca Juga: Makan Banyak Telur Tak Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Benarkah?)

Perlu diketahui, Kopi Arabica Kalibening sendiri bisa dikatakan masuk dalam kategori kopi premium. Bahkan kopi jenis ini mendadak tenar sejak memenangkan Festival Kopi Nusantara di Bondowoso pada 2017 dan menyisihkan kopi Arabika populer lainnya seperti Toraja, Prigen Pasurhan, Arabika Bandung dan kopi lain sebagainya.

Kopi Arabika Kalibening ini tumbuh di ketinggian 1200-1300 meter di atas permukaan laut. Kondisi tanah dan alam di mana kopi itu ditanam membuat cita rasanya unik dan unggul. Semua itu dinilai dari bermacam kategori, yakni cita rasa (flavor), kekentalan (body), keasaman (acidity), aroma (fragrance) dan aftertaste.

Tak hanya diseruput langsung, kopi-kopi lokal tersebut juga cocok dinikmati dengan aneka camilan lokal khas Banjarnegara seperti mendoan dan ketela. Aneka kopi tersebut juga tak hanya dinikmati dalam keadaan hangat, tapi tersedia juga berbagai racikan kopi kekinian lainnya seperti Americano, cappucinno, moccachinno, avogato, cafe late dan lain sebagainya.

"Saya mau mengeksplorasi kopi Banjarnegara. Kopi Banjarnegara punya kualitas yang tidak kalah dibandingkan kopi dari daerah-daerah seperti Toraja, Gayo, Kintamani, dan kopi-kopi lainnya," kata Wiwiex lagi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini