nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Bertahan Hidup yang Mengagumkan, dari Potong Tangan hingga Minum Darah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 09 Mei 2018 09:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 09 406 1896146 kisah-bertahan-hidup-yang-mengagumkan-dari-potong-tangan-hingga-minum-darah-CXbgwkkac2.jpg Aron Ralston (Foto: whosthebomb)

KEMATIAN adalah hal yang pasti terjadi kepada setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Kapan kematian itu datang menjadi misteri tersendiri. Terkadang, manusia mampu bertahan hidup ketika kematian rasanya sudah begitu dekat.

Ada ujar-ujar yang mengatakan, kemampuan terbaik manusia akan keluar ketika dirinya terdesak. Berikut cerita-cerita tentang menyelamatkan diri yang luar biasa dilakukan oleh seorang manusia, dirangkum dari Wonderslist, Rabu (9/5/2018)

1. Apollo 13

Pada 11 April 1970, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana mengirim tiga orang astronot ke bulan. James Lovell, John Swigert, dan Fred Haise, tentu tidak membayangkan kalau rencana perjalanan mereka akan menjadi salah satu kisah bertahan hidup yang luar biasa.

Namun, 56 jam setelah meluncur, tank oksigen pesawat ulang alik Apollo 13 meledak. Akibatnya suplai oksigen, listrik, cahaya, dan air tidak dapat digunakan. Para astronot terpaksa mengubah fungsi pesawat menjadi sekoci yang hanya dapat bertahan selama 48 jam untuk dua orang saja.

 Baca juga: Dilema Kebanyakan Makan Telur? Ini Hasil Penelitian Ahli Gizi

Celakanya, modul lunar yang dipakai tidak mengandung kaleng karbon dioksida yang cukup agar udara sekitar dapat dihirup hingga menyentuh tanah. Ketiganya harus membangun adaptor menggunakan suku cadang di papan agar tabung untuk modul komando dapat digunakan untuk bernafas.

Para kru mengatur rasio air menjadi seperlima dan harus menahan temperatur kabin yang melayang hanya beberapa derajat di atas suhu membeku di antariksa. Pada 14 April 1970, Apollo 13 berhasil mengitari bulan.

Lewat navigasi yang tepat, pada 17 April 1970, Apollo 13 berhasil kembali memasuki atmosfer bumi tepat sebelum pukul 01.00 waktu AS. Para astronot selamat setelah mendaratkan pesawat ulang alik tersebut ke Samudera Pasifik.

2. 127 Jam

 

Anda yang menonton film 127 Hours yang dibintangi James Franco akan tahu betapa sulitnya Aron Ralston bertahan hidup di antara Blue John Canyon di Utah, AS. Pada 26 April 2003, sebuah batu tercabut dan menghimpit bagian atas lengan kanan Ralston saat pria itu tengah menuruni celah yang sempit.

 

Celakanya, Aron tidak sama sekali memberi tahu keberadaannya kepada orang-orang terdekat. Ia sempat berpikir akan mati di tempat tersebut. Namun, ia bertahan hidup selama lima hari dengan kemampuan dan persediaan yang terbatas. Aron bahkan rela meminum air kencingnya sendiri ketika persediaan air minum sudah semakin tipis.

Ia beberapa kali mencoba untuk menghancurkan batu besar tersebut tetapi gagal. Ia sebenarnya sadar bahwa mengamputasi tangan kanannya adalah jalan keluar terbaik. Setelah bereksperimen, ia tahu dapat memotong lengannya hingga ke tulang pada hari keempat.

Memasuki hari kelima, Aron mulai mengukir nama, tanggal lahir, dan tanggal kematian di tembok bebatuan serta merekam video perpisahan dengan keluarganya. Namun, pada hari keenam tangannya mulai membusuk karena kurangnya sirkulasi darah.

Ia merasa tulangnya sudah membengkok dan menggunakan batu besar tersebut untuk menghancurkannya. Aron hanya butuh waktu satu jam untuk mengamputasi lengan kanan tersebut dengan sedikit improvisasi.

Setelah terbebas, Aron memanjat keluar dan berjalan hingga ditemukan tiga orang yang sedang berlibur. Ketiganya memberi makan dan membawa Aron ke tempat perawatan darurat. Ia sempat berpikir bahwa mengamputasi tangannya lebih dahulu akan lebih berbahaya. Sebab, tangannya akan mengucurkan darah dan ia bisa mati lemas karena kehabisan darah.

3. Juliane Koepcke

 

Ia menjadi satu-satunya orang yang selamat dari musibah kecelakaan pesawat di hutan Amazon pada 24 Desember 1971. Pesawat tujuan Pucallpa, Peru, yang ditumpanginya tersambar petir hingga terjatuh di hutan Amazon.

 Baca juga: Minuman Bersoda Tak Sama dengan Minuman Karbonasi, Ini Perbedaannya

Koepcke sempat pingsan tetapi sadar satu hari kemudian. Ia berhasil selamat karena tetap terkunci di kursinya. Meski demikian, perempuan yang saat itu berusia 17 tahun tersebut mengalami patah tulang selangka serta gegar otak ringan.