Obatnya Belum Ditemukan, Ini Cara Terbaik Hindari Thalasemia

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 09 Mei 2018 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 09 481 1896240 obatnya-belum-ditemukan-ini-cara-terbaik-hindari-thalasemia-AKX3Rbg3ug.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENJADI orang tua adalah pekerjaan yang sangat sulit. Namun, yang lebih sulit lagi adalah melihat anak Anda menderita penyakit tanpa Anda bisa berbuat banyak.

Salah satu penyakit yang tidak bisa Anda sembuhkan adalah Thalasemia. Thalasemia merupakan salah satu penyakit yang bisa sangat menyiksa. Oleh karena itu, Dr Niranjan Rathod, Associate Director dan HOD, Haemato- Oncology di Bone Marrow Transplant, Nanavati Super Specialty Hospital menyarankan pasangan yang hendak memulai sebuah keluarga, mengetes Thalasemia.

Melansir thehealthsite, Rabu (9/5/2018),Thalasemia adalah gangguan herediter, atau penyakit keturunan yang dapat diturunkan melalui generasi kekeluargaan (pribadi). Penyakit jenis ini, bisa juga disimpulkan sebagai penyakit yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain melalui gen yang rusak yang didapat dari orang tua seseorang.


Baca Juga: Awet Muda, Ini Rutinitas dan Rahasia Perawatan Wajah Maudy Koesnaedi Setiap Hari

Image result for thalassemia, reuters

(Foto: Reuters)

Ada dua kategori utama dari penyakit ini yakni alpha Thalasemia dan beta Thalasemia. Tingkat penyakit alpha dan beta Thalasemia bergantung pada berapa jumlah globin yang tidak ada atau rusak, apakah empat globin alfa atau dua globin beta.

Beberapa survei dan penelitian menunjukkan bahwa orang India menjadi negara dengan penyakit Thalasemia terbesar di dunia, dan hampir 4% orang di India adalah pembawa sifat beta Thalasemia. Diperkirakan, seira 10.000-15.000 bayi dengan talasemia mayor lahir setiap tahun.

Saat ini, Transplantasi Sel Induk Hematopoietik (HSCT) adalah satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit Thalasemia. Dan ini bukan pilihan yang terbaik untuk semua orang. Transplantasi ini, selain mahal, juga harus mengecek donornya. Tercatat hanya sekira 35 persen donor akan cocok dengan penderitanya.

Lantas, apa jalan keluar terbaik dari penyakit ini? Pencegahan adalah modalitas terbaik untuk mengurangi kemungkinan Thalasemia menyebar.

Baca Juga: Foto-Foto Ini Membuktikan Lelaki Memang Makhluk yang Aneh


Image result for thalassemia, reuters

(Foto: Reuters)

Oleh karena itu, ada baiknya sebelum merencanakan keluarga, pasangan melakukan konseling dengan dokter. Konseling ini, tidak hanya membantu orang memahami apa saja risiko penyakit yang akan terjadi, tetapi juga membantu mereka untuk mengatasinya dengan lebih positif. Dengan demikian, maka dapat membangkitkan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan yang harus diambil.

Kelahiran seorang anak Thalasemia mayor, dapat dicegah dengan mengetahui status pembawa talasemia dari orang tua. Jika kedua orang tua menunjukkan hasil positif pembawa Thalasemia, maka mereka perlu konseling untuk diagnosis prenatal pada tiga bulan awal kehamilan, agar mengetahui apakah janin terpengaruh atau tidak.

Baca Juga: 4 Ilmuwan Dunia yang Masuk Islam karena Riset Ilmiah Mereka
Image result for thalassemia, reuters

(Foto: Reuters)

Jika terpengaruh, mereka dapat mempertimbangkan opsi In-Vitro Fertilization (IVF) dengan tes genetik pra implantasi yang dilakukan untuk memastikan anak yang tidak terpengaruh.

Tapi, jika hanya salah satu dari mereka telah terbukti positif terkena Thalasemia, maka dapat dipastikan jika anak mereka tidak akan mengidap talasemia mayor. Meskipun tidak tertutup kemungkinan akan adanya gejala Thalasemia. Meski demikian, mereka diyakini mampu mempertahankan kehidupan normal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini