Share

Penyakit Lupus Bisa Diturunkan dari Keluarga?

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 10 Mei 2018 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 10 481 1896744 penyakit-lupus-bisa-diturunkan-dari-keluarga-SgUxHtVwSz.jpg Ilustrasi (Foto: Health30)

TAHUKAH Anda, bahwa tepat pada hari ini, Kamis 10 Mei 2018 hadir sebagai hari di mana diperingatinya Hari Lupus Sedunia. Eksistensi penyakit lupus di kalangan masyarakat, bisa dibilang cukup familiar walau memang masih banyak orang yang tidak mengetahui atau sadar akan keberadaan penyakit ini sendiri.

Penyakit lupus sendiri adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan di berbagai organ tubuh. Gejala yang ditimbulkan mulai dari yang ringat seperti kelelahan, demam, otot-otot terasa kaku, ruam di kulit, kerontokan rambut, masalah pada ingatan dan pikiran, hingga yang gejala yang lebih parah seperti peradangan pada ginjal, anemia, osteoporosis, masalah pada paru-paru, masalah tiroid, sampai kejang, tergantung pada individu masing-masing.

 Baca juga:  Mengenal Lupus, Penyakit Autoimun yang Rentan Menyerang Perempuan


Bicara mengenai penyebab penyakit satu ini, cukup sering terdengar apakah memang penyakit lupus bisa disebabkan karena faktor keturunan alias diwariskan di dalam satu darah keluarga?

 

Well, seperti dijelaskan di dalam situs penyakit penyakit lupus Amerika, sejauh ini dikatakan tidak ada gen atau grup gen yang telah terbukti menjadi penyebab lupus. Akan tetapi memang penyakit lupus ini memang ada di keluarga-keluarga tertentu dan ketika misalnya satu dari anak kembar identik mengidap penyakit ini maka ada kemungkinan lebih besar bahwa sang kembaran lain juga akan bisa mengembangkan penyakit lupus.

Lebih lanjut disebutkan, temuan ini serta yang lain menyarankan menyarankan bahwa gen terlibat dalam perkembangan lupus. Meskipun lupus dapat berkembang pada orang yang tidak memiliki riwayat keluarga lupus, kemungkinan ada penyakit autoimun lainnya pada beberapa anggota keluarga. Disebutkan pula, kelompok etnis tertentu yakni orang-orang dari Afrika, Asia, Hispanik atau Latin, penduduk asli Amerika, penduduk asli Hawaii, atau keturunan Kepulauan Pasifik memiliki risiko lebih besar mengembangkan penyakit lupus, yang mana ini mungkin terkait dengan kesamaan gen yang dimiliki.

Penjelasan lain juga berbunyi serupa, di mana sebetulnya alasan tepat terjadinya abnormal autoimun yang menyebabkan lupus memang tidak diketahui. Genetik yang diwariskan, sinar ultraviolet, dan obat-obatan disebutkan sebagai salah satu yang memungkinkan menjadi faktor pendukung hadirnya penyakit ini.

Diketahui lebih lanjut, gen beberapa orang yang diwariskan tampaknya memang bisa meningkatkan kecenderungan mengembangkan penyakit autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan gangguan tiroid lebih umum terjadi di antara kerabat pasien dengan lupus dibandingkan daripada populasi umum.

Baca juga: Terjun ke Bisnis Kuliner, Dwayne Johnson 'The Rock' Luncurkan Perusahaan Tequila

Beberapa ilmuwan percaya bahwa sistem kekebalan pada pasien lupus lebih mudah dirangsang oleh faktor eksternal seperti virus atau sinar ultraviolet. Kadang-kadang, gejala lupus dapat diendapkan atau diperparah oleh paparan sinar matahari walau hanya beberapa waktu. Demikian seperti dihimpun Okezone dari berbagai sumber, Kamis (10/5/2018).

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini