nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langka! Perut Seorang Model Punya 2 Warna

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 11 Mei 2018 06:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 10 481 1896823 langka-perut-seorang-model-punya-2-warna-jPLkroRGlk.jpg Taylor Muhl (Daily Mail)

BERPROFESI sebagai model tentunya membuat seseorang dituntut memiliki tubuh yang sempurna. Namun, ternyata tidak semua model demikian, sebab ada seorang model yang memiliki dua warna kulit yang simetris.

Model cantik bernama Taylor Muhl tersebut telah mengungkapkan ada tanda lahir pada perutnya hasil dari serapan pigmen dari kembarannya sendiri saat masih berada dalam rahim ibunya. Melansir dari laman Daily Mail, Kamis model berusia 33 tahun itu didiagnosa mengidap chimerism, sebuah kondisi ketika kembar yang tidak identik meninggal di uterus dan menyatu dengan saudara kandungnya yang masih hidup.

 Baca juga: Jalan-Jalan ke Warner Bros Studio, Kamu Bisa Nyoba Kostum Harry Potter Cs

Akibatnya, perut Taylor jadi memiliki dua warna, dengan sisi kiri termasuk susunan genetik si kembar dan sisi kanannya milik dirinya sendiri. Taylor berharap masyarakat dapat menerima para pengidap chimerism, meskipun punya penampilan yang istimewa.

"Ada tempat untuk semua orang di dunia ini. Kita semua istimewa, kita semua unik dan kita semua punya sesuatu untuk yang berikan," ucapnya.

Chimerism terjadi ketika seseorang menyerap kembaran mereka yang meninggal di dalam rahim, membuat kembarannya yang masih hidup memiliki dua set DNA, sel darah, dan sistem kekebalan. Satu set gen ditemukan di satu organ atau wilayah tubuh, sementara yang lainnya dominan di tempat lain.

Terlepas dari kasus chimerism pada Taylor, beberapa orang yang juga mengidap chimerism mungkin memiliki warna mata yang berbeda, atau ada seperti tambalan dari berbagai warna pada kulit atau bagian rambut. Pasien juga dapat mengalami gangguan autoimun karena tubuh mereka mengenali gen kembar mereka sebagai zat asing.

Kembali pada Taylor, setelah menderita gangguan autoimun selama bertahun-tahun, akhirnya ia didiagnosis pada usia dua puluhan.

Dia mengatakan kepada Barcroft TV, "Saya adalah saudara kembar saya sendiri karena saya memiliki dua genetik dalam satu tubuh. Ketika saya tumbuh dewasa, tidak ada yang mengatakan tentang pigmentasi warna kulit kedua saya karena tidak ada yang benar-benar tahu. Satu-satunya orang yang tahu mungkin teman dekat dan keluarga saya," tuturnya.

 Baca juga:  Sensasi Nasi Kebuli Timur Tengah dengan Cita Rasa Khas Jawa

Ke mana pun Taylor pergi, ia selalu menutupi perbedaan warna kulitnya. Uniknya, meskipun sudah hidup puluhan tahun dan mengidap chimerism, nyatanya saat Taylor memeriksakan diri masih banyak dokter yang tidak tahu soal hal tersebut, karena chimerism langka.

Awal mula karirnya sebagai model, Taylor merasa tidak percaya diri untuk menunjukkan perbedaan warna pada tubuhnya. Ia khawatir saat kliennya tahu ada yang tidak biasa pada tubuhnya, kerjasama di antara mereka akan diputus.

Namun, hal tersebut tidak lagi terjadi, sebab Taylor sudah membuktikan, dengan warna tubuh yang berbeda pun, dirinya bisa tetap tampil cantik.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini