nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Macam-Macam Puasa, dari yang Wajib hingga yang Haram

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 12 Mei 2018 04:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 11 196 1897264 mengenal-macam-macam-puasa-dari-yang-wajib-hingga-yang-haram-8ccBKF58RS.jpg Ilustrasi (Foto: Influencive)

BULAN Ramadan yang selalu dirindukan setiap umat Muslim di dunia, tidak terasa tahun ini sudah siap menyambut di depan mata. Ramadan atau biasa disebut dengan bulan puasa, di mana seluruh umat Muslim yang memenuhi syarat diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa kurang lebih selama 30 hari lamanya.

Namun, sejatinya sebagai umat Muslim kita jangan sampai hanya mengetahui bahwa jenis puasa itu hanyalah puasa di bulan Ramadan saja. Sebab, di luar bulan suci Ramadan, masih banyak macam-macam puasa lainnya karena puasa sendiri dibagi ke dalam empat kategori loh. Yakni puasa wajib, puasa sunnah, puasa makruh, dan puasa haram.

Agar menambah khasanah kita tentang macam-macam puasa, berikut ulasan soal macam-macam puasa yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (12/5/2018) dari berbagai sumber.

Puasa wajib

1. Ramadan : Seperti yang kita tahu, puasa Ramadan adalah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan yang mana hukumnya wajib bagi setiap umat Muslim yang sudah baligh dan memenuhi syarat. Perihal wajibnya umat Muslim untuk berpuasa di bulan ini sendiri, diterangkan melalui firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah : 183).

2. Nadzar : Ini adalah jenis puasa yang harus dilakukan karena adanya sebuah janji, nadzar secara bahasa adalah janji. Sehingga puasa yang dinadzarkan hukumnya wajib karena orang yang sudah bernadzar adalah orang yang sudah berjanji, maka janji wajib untuk ditepati.

3. Kafarat atau kifarat : Ialah ibadah puasa yang dilakukan untuk menggantikan dam atau denda atas pelanggaran yang hukumnya wajib. Puasa ini dikerjakan karena adanya perbuatan dosa, sehingga bertujuan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan tersebut. Puasa kafarat sendiri dibagi, puasa kafarat karena melanggar sumpah atas nama Allah, puasa kafarat dalam melakukan ibadah haji, puasa kafarat karena berjima’ atau berhubungan badan suami istri di bulan ramadhan, membunuh tanpa sengaja, membunuh binatang saat sedang ihram.

Puasa sunnah(pahala bagi yang menjalani, namun tidak berdosa jika tidak dilakukan)

1. Arafah : Ibadah puasa sunnah yang dikerjakan pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

2. Senin-Kamis : Seperti namanya, yakni puasa Senin dan Kamis maka puasa ini adalah ibadah puasa yang dilakukan khusus pada hari Senin dan Kamis. Diketahui, Rasulullah SAW telah memerintah umatnya untuk senantiasa berpuasa di dua hari ini, sebab Senin adalah hari kelahiran Rasulullah sedangkan hari Kamsis adalah hari pertama kali Al-Quran diturunkan. Dan pada hari Senin serta Kamis juga, amal perbuatan manusia diperiksa, sehingga beliau menginginkan ketika sedang diperiksa, beliau dalam keadaan berpuasa.

3. Tasu’a : Puasa sunnah yang dikerjakan setiap pada tanggal 9 Muharam. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada keesokan harinya yaitu di tanggal 10 Muharram, atau biasa disebut puasa Asyura.

4. Asyura : Ialah puasa sunnah yang dilakukan pada keesokan hari setelah melakukan puasa sunnah Tasu’a, atau dengan kata lain puasa Asyura ini adalah ibadah puasa yang dijalankan di tanggal 10 Muharam.

5. Syawal : Puasa enam hari pada bulan Syawal atau setelah selesai bulan Ramadan. Puasa syawal disebutkan bisa dilakukan secara berurutan dimulai dari hari kedua syawal atau dilakukan secara tidak berurutan. Soal puasa syawal ini, Rasulullah SAW sendiri bersabda yang artinya: “Keutamaan puasa ramadhan yang diiringi dengan puasa syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).

6. Daud : Atau biasa dikenal dengan puasa selang-seling, satu hari ini berpuasa lalu keesokannya harinya tidak berpuasa. Sehari puasa, sehari berbuka ( tidak puasa). Mengenai puasa Daud ini, dari Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu, Rasulullah SAW diketahui pernah bersabda;

“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku berkata, sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi SAW berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu, ” (HR. Bukhari: 1840)

7. Arafah : Puasa pada hari ke-9 Dzuhijjah, di mana keistimewaan bagi yang menjalankannya ialah, akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa di tahun yang akan datang (HR. Muslim). Namun, dengan catata dosa-dosa yang dimaksud ialah khusus untuk dosa-dosa kecil, bukan dosa besar karena dosa-dosa besar hanya bisa diampuni dengan jalan bertaubat atau taubatan nasuha.

8. 3 Hari pada pertengahan bulan : Puasa ini dikenal dengan sebutan puasa Ayyamul Bidh, dilakukan di tiga hari setiap pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, an-Nasai, dan at-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah),"

Puasa makruh

Disebutkan sebagai puasa yang dilakukan pada hari Jumat atau Sabtu, dengan niat yang dikhususkan atau disengaja maka hukumnya makruh kecuali bermaksud atau berniat mengqodho puasa ramadhan, puasa karena nadzar ataupun kifarat.

Puasa haram

1. Idul Fitri : Puasa di saat Hari Raya Lebaran, yang jatuh pada tanggal 1 Syawal yang mana hari ini ditetapkan sebagai Hari Raya Umat Muslim. Di hari ini, puasa diharamkan karena hari ini merupakan hari perayaan kemenangan karena telah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan.

2. Idul Adha : Sama halnya dengan puasa Idul Fitri, puasa di Hari Raya Qurban juga dilarang untuk dilakukan. Pada tanggal 10 Dzulhijjah merupakan Hari Raya Idul Adha dan hari Raya kedua bagi umat Muslim.

3. Hari Tasyrik : Berpuasa di hari Tasyrik yang jatuh pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah juga merupakan waktu yang diharamkan untuk berpuasa.

4. Puasa setiap hari atau sepanjang tahun dan selamanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini