Menilik Hukum Maaf-Maafan di Media Sosial dan Pesan Singkat Jelang Puasa

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 13 Mei 2018 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 13 196 1897602 menilik-hukum-maaf-maafan-di-media-sosial-dan-pesan-singkat-jelang-puasa-QpMAyMrtB1.jpg Minta Maaf (Foto: Parent Magazine)

ADA sebuah tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia bahwa sebelum memasuki puasa Ramadan, biasanya mereka akan bermaaf-maafan (meminta maaf) kepada sanak saudara maupun teman terdekat. Seiring berkembangnya teknologi, tradisi ini pun semakin gencar dilakukan, bahkan sejumlah orang memanfaatkan media sosial untuk mengirim pesan singkat yang berisi permintaan maaf dengan untaian kata-kata indah.

Hal tersebut tentu memicu sebuah pertanyaan besar, apakah dalam ajaran Islam tradisi bermaaf-maafan ini telah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW? Ketua Dewan Syuro Bakomubin, KH Anwar Sanusi mengatakan, sebetulnya tidak ada dalam hadis yang mengharuskan umat Islam bermaaf-maafan sebelum memasuki bulan Ramadan.

Namun menurut pemaparannya, “ciri-ciri orang berpuasa yang tidak sukai Allah SWT itu adalah orang yang mash memiliki hubungan dosa dengan umat muslim yang lain,”

“Dalam konsep agama kita mengenalnya dengan istilah dosa haqqul-adami yaitu dosa antar anak adam atau dosa orang yang mendzalimi (menyakiti) orang lain. Apabila orang yang didzalimi tidak memberikan maaf, dosa itu tidak akan terhapus,” tutur Anwar Sanusi saat ditemui Okezone, di Masjid Sunda Kelapa, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum puasa semua dosa kalau bisa harus dihilangkan. Pasalnya, puasa itu bukan hubungan kita Allah SWT semata, tetapi juga menyangkut hubungan kita dengan manusia. Termasuk dalam hal interaksi sosial.

“Jadi sebaiknya saling bermaaf-maafan sebelum berpuasa,” tukas Anwar.

Sebetulnya banyak dalil yang menganjurkan umat Muslin untuk saling meminta maaf dan memberi maaf, seperti yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber di bawah ini.

"Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS. Al-Baqarah:109).

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (QS. Ali Imran: 132-133).

"Dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. An-Nuur: 22).

"Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu" (HR Bukhari dan Muslim)

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini