Share

Catat! Menyebarkan Foto Korban Terorisme Bisa Bikin Trauma

Annisa Aprilia, Okezone · Minggu 13 Mei 2018 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 13 196 1897799 catat-menyebarkan-foto-korban-terorisme-bisa-bikin-trauma-QjfYyhSQMW.jpg Foto: Okezone

PAGI ini serang terorisme terjadi di Surabaya, yang menewaskan belasan orang serta puluhan lainnya luka-luka. Kepolisian pun meminta masyarakat tidak menyebarkan foto korban aksi bom tersebut.

Pasalnya, penyebaran foto dan video tersebut ada banyak dampak negatif yang bisa mempengaruhi mental seseorang. Meskipun tujuan dari penyebaran foto dan video adalah menginformasikannya pada masyarakat, tetap saja sebaiknya harus dihindari.

"Karena tidak semua orang bisa memiliki ketahanan terhadap stimulus yang mengerikan, seperti gambar korban-korban kecelakaan, dan lain-lain," kata Prof. Dr. Suryanto, M.Si. ketika dihubungi Okezone lewat pesan singkat.

Baca Juga: Perhatikan Ini Bila Anda Puasa saat Tempuh Perjalanan Jauh


Image result for terorisme, okezone  

Lebih lanjut, Prof. Dr. Suryanto pun berpesan agar tidak menyebarkan foto dan video. Menurutnya, memberikan informasi saja akan jauh lebih baik, karena akan menghindarkan dari dampak yang akan ditimbulkan.

"Orang yang tidak terbiasa melihat hal yang horor akan besar dampaknya, namun orang yang biasa relatif kecil dampaknya. Gambar adalah stimulus sosial yang merangsang indera untuk mempersepsi atau menginterpretasi. Interpretasi terjadi didasarkan pada pengalaman masa lalu," ujarnya.

"Dampak gambar korban bisa beragam, tergantung tingkat kengerian dan juga orang yang mempersepsinya. Semakin horor gambar dan videonya maka akan semakin memancing terjadinya memori yang traumatis kepada penontonnya," imbuhnya.

Baca Juga: Akui Menyesal, Selebgram Ini Lelah Pamer Bokong Seksi Demi 'Puaskan' Followernya

Meski demikian, bagi mereka yang sudah terbiasa melihat, maka foto dan video akan semakin tidak berefek. Namun, menyebarkan foto dan video yang berisi kondisi tempat kejadian peristiwa bencana tetap harus dihindari.

"Kita tidak perlu menyebarkan kalau tidak ada manfaatnya. Sekali lagi kita tidak bisa mengendalikan dampak yang timbul, karena itu lebih baik tidak membagikannya, karena orang dengan tingkat kerentanan, stabilitas kepribadian, dan emosi yang kurang baik, maka dampak negatifnya besar," pungkasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini