nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Perempuan yang Miliki Otak Encer Sukses Mengguncang Dunia

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 11:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 14 196 1897982 5-perempuan-yang-miliki-otak-encer-sukses-mengguncang-dunia-03c49Lqc3M.jpg Deretan Ilmuwan Perempuan (Foto: Wonderlist)

KESEMPURNAAN seorang wanita tidak hanya bisa dinilai dengan kecantikan. Kecantikan memang penting, namun bukan berarti hal tersebut adalah segalanya. Ya, selain kecantikan faktor kecerdasan juga menjadi salah satu daya pikat tersendiri bagi setiap orang. Banyak dari mereka bahkan menyukai tingkat kecerdasan melebihi rata-rata dibandingkan melihat sisi kecantikan seorang perempuan.

Menyadur dari Wonderslist Senin (14/5/2018) beberapa wanita yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi cenderung menjadi seorang lmuwan untuk mencurahkan pemikirannya. Okezone akan merangkum lima ilmuwan wanita yang menjadi terkenal akan kecerdasannya.

1.Cecilia Helena Payne Gaposchkin

Cecilia Helena Payne-Gaposchkin adalah seorang astronom dan astrofisikawan blasteran Inggris-Amerika. Payne adalah salah satu ahli astrologi yang paling berhasil dan sukses di dunia. Payne berhasil menemukan apa yang terbuat dari Matahari, serta apa yang terbuat dari bintang lain.

Kecerdasan Cecilia telah terlihat sejak muda, ketika ia menghadiri Sekolah St Paul's Girls. Pada 1919, ia memenangkan beasiswa ke Newnham College, Universitas Cambridge, di mana ia membaca botani, fisika, dan kimia. Dia tidak yakin aspek dan bidang ilmu mana yang harus dipilih. Payne membuat keputusannya untuk mempelajari astrologi dan bintang setelah mendengar ceramah oleh astronom terkenal Arthur Eddington.

2.Nettie Maria Stevens

Nettie Maria Stevens adalah ahli genetika asal Amerika. Stevens melakukan penelitian penting dalam menentukan bahwa seks merupakan suatu organisme didikte oleh kromosomnya daripada faktor lingkungan atau lainnya.

Nettie lulus dari Westfield Normal School hanya dalam dua tahun dan berhasil meraih nilai tertinggi di kelasnya. Setelah lulus di kelas atas, dia kuliah di Stanford University, di mana dia menerima B.A. pada tahun 1899 dan gelar M.A. pada tahun 1900. Stevens melanjutkan studinya di bidang sitologi di Bryn Mawr College, di mana ia memperoleh gelar Ph.D. Dia juga mempelajari organisme laut di Helgoland dan Naples Zoological Station.

3.Florence Rena Sabin

Sabin adalah seorang ilmuwan medis Amerika. Ia dikenal karena penelitiannya tentang sistem limfatik dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan wanita terkemuka di Amerika Serikat pada masanya. Sabin adalah pelopor wanita dalam sains, ia adalah wanita pertama yang memegang jabatan penuh sebagai profesor di Sekolah Kedokteran, Johns Hopkins. Ia menjadi wanita pertama yang terpilih di Akademi Sains Nasional, dan wanita pertama yang mengepalai departemen di Rockefeller Institute for Medical.

Sabin mendapatkan gelar sarjana dari Smith College pada 1893. Ia mengajar matematika di salah satu sekolah menengah di Denver selama dua tahun dan zoologi di Smith selama satu tahun untuk mendapatkan cukup uang untuk tahun pertama kuliahnya. Sabin menghadiri Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins sebagai salah satu dari empat belas wanita di kelasnya.

4.Maud Leonora Menten

Maud Leonora Menten adalah seorang dokter ilmuwan asal Kanada. Keahliannya adalah pada kinetika enzim dan histokimia. Namanya dikaitkan dengan persamaan Michaelis-Menten yang terkenal dalam biokimia. Dia melakukan pekerjaan yang luas dalam penelitian medis serta biokimia pada awal abad ke-20. Sebagian besar karyanya adalah penelitian medis, tetapi didirikan dalam keahliannya dalam biokimia dan ia membuat beberapa kontribusi signifikan sebagai ahli biokimia.

Ia meraih gelar masternya di Universitas Toronto pada tahun 1907. Menurut berbagai laporan, saat itu peluang bagi wanita yang ingin melakukan penelitian di Kanada sangat langka. Alhasil Menten meninggalkan negara pada 1907 untuk bergabung dengan Rockefeller Institute.

5.Ada Lovelace

Augusta Ada King-Noel, Countess of Lovelace merupakan seorang matematikawan dan penulis Inggris. Ia adalah orang pertama yang mengetahui bahwa mesin komputasi Charles Babbage telah membuat aplikasi di luar perhitungan murni, dan menerbitkan algoritma pertama yang dimaksudkan untuk dilakukan oleh mesin semacam itu. Selain itu, Ada dianggap sebagai programmer komputer pertama. Dia sangat pandai dalam keterampilan analitis yang disebut Babbage sebagai "Enchantress of Number".

Ada diajarkan matematika sejak usia dini. Sejak awal, Lovelace menunjukkan bakat untuk angka dan bahasa. Dia menerima instruksi dari William Frend, seorang reformis sosial; William King, dokter keluarga; dan Mary Somerville, seorang astronom dan matematikawan Skotlandia. Somerville adalah salah satu wanita pertama yang diterima di Royal Astronomical Society.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini