Image

Ingin Mudik Sambil Berwisata? Jalur Selatan Jawa Pilihannya

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 04:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 14 406 1897869 ingin-mudik-sambil-berwisata-jalur-selatan-jawa-pilihannya-XVFwLjd4Ip.jpg Ilustrasi. Jalur Alternatif Mudik di Sukabumi (Foto: Antara)

JALAN yang hanya dua lajur tanpa median menjadi ciri khas Jalur Selatan Jawa mulai Purwokerto sampai Yogyakarta, atau Cilacap-Yogyakarta.

Jalur sepanjang 180-an kilometer itu terbilang sempit dibanding jalur Pantura Jateng mulai Losari sampai Semarang yang sudah empat lajur dengan median jalan.

Pamor Jalur Selatan ini makin kalah sebagai pilihan jalur mudik dibanding melalui utara karena mulai musim mudik Lebaran 2018 sudah tersambung tol dari Jakarta sampai Surabaya.

Kemungkinan mereka yang mudik dari Jabodetabek ke kota-kota di selatan Jawa seperti Kebumen, Kutoarjo, Wates dan Yogyakarta, Pacitan, lebih memilih jalur utara yang dipercepat pintasannya melalui tol. Demikian juga pemudik dari Semarang dan Yogyakarta tujuan Banyumas dan kota di selatan Jawa Barat akan menggunakan jalur selatan ini.

Dengan demikian, jalur selatan tidak bisa diabaikan perannya memperlancar arus mudik, apalagi ada juga jalur alternatif yang disebut Jalur Lintas Selatan (JLSS). JLSS juga disebut Jalan Daendels itu berada di selatan pulau Jawa, tepatnya melintasi provinsi Jawa Tengah.

Jalan sepanjang 130 kilometer itu menghubungkan kota Bantul dengan Purworejo, Kebumen, dan Cilacap. Jalan Daendels itu bisa memecah arus mudik di jalur utama selatan Jawa.

(Baca Juga: Berhubungan Seks Selama Ramadan, Catat Jam-Jam Idealnya!)

Pantai Petahanan (Foto: Instagram dafa_al_asraf)

Jalur alternatif dari Purwokerto ke Yogyakarta itu bisa dipecah di Kebumen barat melalui rute Gombong - Karanganyar - pertigaan Guyangan di Desa Purwodeso - Kritig - Petanahan - Jalan Daendels. Sedangkan jalur alternatif mudik Kebumen bagian timur adalah Prembun - Lembupurwo - Jalan Daendels. Dan, Kebumen bagian tengah adalah Kambalan - Ambalresmi - Jalan Daendels.

Penggunaan jalur alternatif itu memperpanjang jalur mudik belasan kilometer, namun lebih lancar sehingga waktu pintasnya bisa setengah jam lebih cepat dibanding jalur utama.

Secara keseluruhan kondisi jalan Jalur Selatan cukup mulus walaupun ada beberapa titik yang mengalami rusak ringan dan berlubang.

Bahkan Bagian Humas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Semarang Totok, mengatakan ruas Purwokerto-Purworejo sampai Yogyakarta dalam keadaan mulus. Memang ada jalan yang berlubang namun tidak signifikan dan ada tim yang segera melakukan penambalan sebelum arus mudik Lebaran.

Ia mencontohkan jalan nasional yang melintasi Kota Purwokerto memang di beberapa titik ditemui lubang, namun ruas itu hanya 10 persen yang mengalami kerusakan ringan, sisanya kondisi mulus. Saat ini satu tim perbaikan jalan tengah melakukan penambalan di Jalan Gerilya Kota Purwokerto.

Demikian juga, ia menjelaskan, jalan nasional lingkar Kota Cilacap hanya mengalami kerusakan ringan 10 persen.

Sementara pantauan di jalur alternatif Kebumen-Yogyakarta ada satu ruas yang perlu mendapat perhatian berbagai pihak karena ditemui banyak lubang yang melebar dan dalam.

Sepanjang perjalanan dari Wates sampai Kebumen, tidak ditemui adanya tim perbaikan jalan. Hanya ada satu tim pengecatan marka jalan di ruas Ketawang-Temon.

Jalan bergelombang dan berlubang dalam ditemui di ruas Kecamatan Ambal dan Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen sepanjang sekitar 10 kilometer. Bagi pemudik bermotor harus lebih berhati-hati melintasi jalur alternatif ini. Jika tak ada niat mudik sambil melihat pantai, maka lebih disarankan menggunakan jalur utama.

(Baca Juga: Gaya Bercinta Khusus Mr P Mungil, Sensasinya Luar Biasa Nikmat!)