nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tega! Sepasang Suami Istri Asal Kamboja Makan Hewan Terancam Punah

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 12:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 15 298 1898488 tega-sepasang-suami-istri-asal-kamboja-makan-hewan-terancam-punah-0mfhky1pob.jpg Memakan hewan (Foto: Thesun)

ENTAH apa yang ada di pikiran pasangan suami istri asal Kamboja ini. Ah Lin Tuch dan suaminya Phoun Raty tanpa ada rasa bersalah dan berdosa tega membunuh, mengolah, memasak, dan memakan binatang-binatang yang dlindungi dan terancam punah.

Melansir dari laman The Sun, Selasa (15/5/2018), kedua pasangan super tega itu bahkan merekam aksi mereka dalam sebuah video dan menyebarkannya di YouTube. Kucing bengal, kadal besar, dan beberapa burung yang dilindungi mereka kuliti, masak, dan makan sendiri.

Baca Juga: 5 Selebriti Hollywood Ini Pernah Tutup Akun Instagramnya, Siapa Saja?

Tujuan mereka juga konyol, karena di balik aksinya mereka hanya ingin mendapatkan uang dari YouTube. Dari beberapa foto yang dibagikan sumber, Ah Lin Tuch nampak begitu bangga memegang seekor kucing yang telah meregang nyawa.

Foto lainnya dia terlihat memegang ikan pari dan dalam sebuah video dia nampak memegang hewan-hewan di dekat api unggun di dekat rumahnya di kawasan Phnom Penh, Kamboja, kemudian memakannya. Selain binatang-binatang yang telah disebutkan di atas, pasangan ini juga makan kobra si raja ular, hiu, dan katak.

Hiu

Mengetahui aksi tega yang dilakukan Ah Lin Tuch dan Phoun Raty warganet pun marah, karena pasangan itu telah membunuh dan memakan binatang dari spesies-spesies yang dilindungi. Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja pun langsung meluncurkan perintah untuk menangkap pasangan ini, hingga Rabu lalu dan pada hari berikutnya mereka pun muncul di hadapan publik.

Kedua pasangan tersebut mengakui aksi tega mereka membunuh, memasak, dan memakan hewan langka, dan meminta maaf karena telah menghancurkan kehidupan liar dan ekosistem kehidupan. Ah Lin Tuch dan Phoun Raty sekarang tengah dalam proses yang berwajib untuk diberikan tindakan hukum.

“Kami sekarang dalam proses mengambil tindakan hukum terhadap mereka sementara kelompok kerja sedang mempersiapkan laporan tentang masalah ini. Hewan-hewan yang dimasak kebanyakan tidak ada dalam daftar yang terancam punah, tetapi dilindungi. Hanya satu spesies yang terancam punah,” ucap Chea Sam Arng, Kepala Direktorat Jenderal Kementerian Lingkungan untuk Administrasi Perlindungan Alam.

 Baca Juga: Gogon Meninggal Dunia Karena Penyakit Jantung, Kenali 10 Faktor Risikonya

Jenis spesies hewan yang terancam punah tersebut adalah kucing pemancing atau Prionailurus Viverrinus, sementara kadal, bangau besar, dan spesies burung lainnya dilindungi. Pasangan itu mengaku mereka mendapatkan satwa liar dari pasar lokal lalu memasaknya. Di sisi lain pejabat lingkungan sedang menyelidiki apakah hewan-hewan yang dibunuh itu dari alam liar atau dibeli dari penjual ilegal.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini