nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Negara Keluarkan Travel Advice, Menpar: Kita Akan Yakinkan Mereka kalau Indonesia Aman

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 09:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 15 406 1898411 7-negara-keluarkan-travel-advice-menpar-kita-akan-yakini-mereka-kalau-indonesia-aman-2g0iWdJ1jr.jpg Menpar Arief Yahya (Foto: Okezone)

ISU terorisme yang tengah merundung sejumlah tempat di Indonesia menimbulkan sebuah pertanyaan besar di industri pariwisata dalam negeri. Apakah negara kita masih aman untuk dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara?

Menanggapi serentetan peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi dari kemarin hingga hari ini, Kemencar mengucapkan belasungkawa terhadap para korban dan keluarganya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk crisis center untuk memonitor kondisi terkini yang kemudian akan diinformasikan secara resmi kepada masyarakat.

 Baca juga: Kemenpar Pastikan Pariwisata Indonesia Tetap Kondusif Pasca-Pengeboman di Surabaya

“Kita punya crisis center. Kita monitor semua keadaan. Kita mau yakinkan para wisatawan bahwa Indonesia Aman,” tutur Arief Yahya saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018) malam.

 Menpar Arief Yahya (Okezone)

Arief tidak memungkiri bahwa isu terorisme ini telah memicu sejumlah negara untuk mengeluarkan Travel Advice kapada warga negaranya. Setidaknya sudah ada 7 negara yang mengeluarkan Travel Advice pasca serangan bom bunuh diri di Surabaya. Kelima negara tersebut diantaranya Inggris, Amerika Serikat, Australia, Hong Kong, China, Singapura, dan Irlandia.

 Baca juga: Gagal Fokus! Keseksian Pria Ini Tutupi Keberhasilannya Menangkap Hiu Martil

Dari 5 negara yang mengeluarkan Travel Advice, sebetulnya tidak ada satu pun yang melarang warganya traveling ke Indonesia. Mereka hanya menghimbau para traveler agar terus berhati-hati selama melakukan perjalanan. Para traveler juga diminta untuk menghindari area berisiko, serta selalu memantau berita dan selalu berkomunikasi.

“Kita tahu beberapa negara telah mengeluarkan Travel Advice dan itu sangat kita hargai. Kita sadar bahwa itu kewajiban pemerintah negara tersebut untuk memastikan warga mereka aman,” imbuhnya.

 Baca juga: Sarapan Pizza Lebih Baik dari Sereal? Ini Buktinya

Arief berharap Travel Advice ini tidak akan bedampak pada industri pariwisata dalam negeri dan segera dilakukan tindakan recovery. Ia mengungkapkan, Indonesia termasuk salah satu negara yang cukup cepat dalam menanggapi isu terorisme, seperti kasus pemboman di Sarinah beberapa waktu lalu.

 Menpar Arief Yahya (Okezone)

“Terakhir kita menerima pernyataan dari Pak Haryadi selaku Ketua PHRI (Perhimpunan Hoteal dan Restoran Indonesia) bahwa jumlah pengunjung hotel di Surabaya tidak terganggu sama sekali. Namun kita harus terus meningkatkan dan menjamin keamanan wisatawan ,” tutupnya.

Baca juga: Gemasnya Bella Hadid dan The Weeknd saat Bersama di Cannes


Sebagai penutup, Arief kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif khususnya kesiapan aksesbilitas, amenitas, dan atraksi di Jawa Timur.

“Saya menghargai keputusan Bu Risma menutup 1 atraksi wisata di Surabaya. Selain itu, kita juga harus memastikan kondisi airlines ditutup atau tidak, begitupun dengan hotel,” tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini