nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lengan Emas Pria Australia Selamatkan Nyawa 2,4 Juta Bayi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 17:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 15 406 1898592 lengan-emas-pria-australia-selamatkan-nyawa-2-4-juta-bayi-AVaZqswzkl.jpg Pria Australia Tengah Donor Darah (Foto: CNN)

SEORANG pria di Australia belum lama ini memutuskan untuk berhenti mendonorkan darahnya di usia 81 tahun. Pria bernama James Harrison itu sudah mendonorkan darah yang mampu menyelamatkan sekira 2,4 juta bayi.

Tindakan mulia itu dilakukan Harrison sebagai balas budi atas kebaikan para pendonor darah saat dirinya berusia 14 tahun. James pernah tergolek lemah di atas bangsal rumah sakit selama tiga bulan setelah menjalani operasi pengangkatan sebelah paru-paru.

Ia berhasil bertahan hidup setelah mendapatkan transfusi darah dalam jumlah besar. Menurut keterangan ayahnya, Harrison tahu ia mendapatkan 13 unit darah dari beberapa orang. Remaja itu kemudian diam-diam berjanji untuk mendonorkan darahnya bagi orang lain.

James Harrison sebenarnya ingin langsung mendonorkan darah. Akan tetapi, menurut hukum di Australia yang berlaku saat itu, usia minimal pendonor adalah 18 tahun. Ia harus menunggu empat tahun guna memenuhi sumpahnya tersebut.

Tidak lama setelah berulang tahun, Harrison mendonorkan darahnya kepada Palang Merah Australia. Sejak itu hingga 60 tahun kemudian, ia rutin menyumbangkan darah setiap satu atau dua pekan sekali.

Ia begitu bersyukur dapat menyelamatkan nyawa jutaan bayi di Australia meski sedih harus pensiun. Menariknya, darah yang mengalir di tubuh Harrison memiliki antibodi yang dapat membantu melindungi bayi dalam kandungan dari penyakit hemolitik yang mengancam nyawa.

“Ini hari yang menyedihkan buat saya. Sebuah akhir dari perjalanan panjang. Saya ingin terus mendonorkan darah jika mereka mengizinkan,” ujar James Harrison, mengutip dari Telegraph, Selasa (15/5/2018).

Ia dijuluki sebagai ‘lelaki dengan lengan emas’ karena rutin mendonorkan darah. James menyumbang darah sebanyak 1.173 kali, dengan rincian 1.163 dari lengan kanan dan 10 sisanya dari sebelah kiri. Menariknya, ia begitu takut pada jarum suntik sehingga selalu melemparkan pandangan ke arah lain saat mendonorkan darah.

Sumbangan darah itu membantu memproduksi Anti-D, obat yang dapat membantu menyembuhkan bayi. Tubuh wanita yang memiliki golongan darah rhesus negatif, tetapi mengandung bayi dengan rhesus positif, akan meresponsnya sebagai ancaman. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan transfusi darah seperti yang dimiliki Harrison, kombinasi langka rhesus negatif dengan antibodi rhesus positif.

Harrison rutin menyumbang 500-800 mililiter darah sejak dekade 1960 dan baru berhenti ketika dirinya dinyatakan sudah jauh melewati batas usia pendonor, yakni 70 tahun. Sekira 17% dari wanita hamil di Australia disuntik dengan Anti-D hasil sumbangan darah James Harrison, termasuk putrinya sendiri.

Koordinator Program Perawatan di Palang Merah Australia, Robyn Barlow menerangkan, setiap ampul Anti-D yang dibuat di Negeri Kanguru pasti mengandung darah James. Sejak resipien pertama pada 1967, darah James sudah menyelamatkan lebih dari jutaan bayi.

Belum lama ini, Palang Merah Australia memeriksa data kelahiran bayi sejak 1964 serta proporsi wanita yang menerima suntik Anti-D. Dari data tersebut diperoleh fakta bahwa James Harrison setidaknya sudah mencegah kematian 2,4 juta bayi. Sebagai informasi, Australia hanya memiliki 160 orang pendonor darah yang cocok untuk Anti-D, termasuk James Harrison.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini