Image

Gogon Meninggal Dunia Karena Penyakit Jantung, Kenali 10 Faktor Risikonya

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 11:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 15 481 1898449 gogon-meninggal-dunia-karena-penyakit-jantung-kenali-10-faktor-risikonya-D6oBTbjv9U.jpg Ilustrasi penyakit jantung (Foto: RD)

PELAWAK Gogon dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit jantung. Adapun faktor risiko penyebabnya sangat beragam, yang membuat Anda harus ikut waspada.

Penyakit jantung merupakan pembunuh diam-diam, bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak. Meski tampak sehat, bisa-bisa pasien dikabarkan meninggal dunia.

Maka itu, Anda harus kenali 10 faktor risikonya yang bisa dihindari. Berikut ulasannya, dilansir Thehealthsite, Selasa (15/5/2018).

 

Riwayat keluarga

Jika Anda memiliki saudara yang menderita penyakit jantung, kemungkinan besar juga akan menderita kondisi ini. Risikonya lebih tinggi jika ada kerabat dekat yang mengalami serangan jantung sebelum usia 55 tahun. Karena itu, jika ada riwayat seperti itu, Anda harus menghindari faktor penyakit jantung yang lain.

 (Baca Juga: 5 Selebriti Hollywood Ini Pernah Tutup Akun Instagramnya, Siapa Saja?)

Umur

Usia merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular. Faktor ini menyumbang sekira 40% kematian karena gagal jantung dan stroke, terutama pada orang yang berusia 60 tahun ke atas. Tetapi saat ini pria usai produktif juga rentan mengalami penyakit jantung yang menyebabkan kematian.

Jenis kelamin

Pada kelompok laki-laki rentan menderita penyakit kardiovaskular sejak masa usia produktif. Berbeda halnya dengan wanita, jarang mengalami gagal jantung karena tubuhnya dilindungi oleh hormon estrogen. Belum lagi kalau pria menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti sering makan junk food atau terbiasa merokok.

(Foto: Shutterstock)

  (Baca Juga: Waspada, Ada Deodoran Semprot yang Mengandung Zat Mematikan)

Hipertensi

Penderita hipertensi juga rentan mengalami penyakit jantung. Faktor ini tidak dapat disangkal, apalagi kalau disertai dengan risiko kolesterol tinggi. Biasanya pengidap hipertensi mudah mengalami penyakit arteri koroner, gagal jantung dan penebalan otot jantung.

Merokok

Jika Anda merokok, Anda dua kali lebih mungkin menderita penyakit jantung daripada orang yang tidak merokok. Merokok memengaruhi kadar kolesterol dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga berkontribusi terhadap deposisi plak. Kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi kadar kolesterol baik. Risiko lainnya juga menyebabkan pembekuan darah dengan mengumpulkan trombosit di lokasi kerusakan.

 

Kolesterol tinggi

Ketika kadar kolesterol jahat meningkat bisa menempel di dinding arteri. Hal ini menghalangi arteri dan membatasi aliran darah yang mengakibatkan penyakit jantung.

   (Baca Juga: Mana yang Lebih Cepat untuk Menurunkan Berat Badan, Renang atau Bersepeda?)


Obesitas

Jika Anda kelebihan berat badan, 6 kali lebih mungkin menderita penyakit jantung. Obesitas merupakan sebagian besar faktor risiko penyakit jantung lainnya. Karena obesitas mudah mengembangkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes dan stres. Semua ini dapat memicu penyakit jantung tanpa disadari.

 

(Foto: Shutterstock)

Sering minum alkohol

Sering menenggak minuman beralkohol, risiko penyakit jantung meningkat. Karena hal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Nantinya, faktor ini bisa berkontribusi terhadap masalah serangan jantung.

Stres

Stres kronis adalah penyebab utama depresi, faktor psikososial yang dikenal berkontribusi pada penyakit jantung. Stres menghasilkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan fluktuasi tekanan darah. Stres juga bertanggung jawab untuk memaksa individu melakukan praktik tidak sehat seperti merokok dan alkoholisme. Akibatnya, orang jadi mudah mengalami penyakit jantung di usia muda.

Diabetes

Orang dengan diabetes juga rentan mengalami penyakit jantung. Risiko ini sangat buruk akibat faktor gaya hidup yang tidak sehat. Karenanya, Anda harus mencegah dua faktor penyakit itu yang berisiko bagi kualitas hidup.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini