nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh, 30% Anak di Bengkulu Selatan Menderita Stunting

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 15:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 15 481 1898561 duh-30-anak-di-bengkulu-selatan-menderita-stunting-wr2UT3cHn0.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mencatat angka penderita "stunting" atau anak gagal tumbuh akibat kurang gizi mencapai 30,9 persen dari 13.183 bocah balita yang ada di daerah itu.

"Hal ini tentu menjadi perhatian serius kami," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Redhwan Arif di Manna, Selasa (15/5/2018).

Baca Juga: Tips Jalan-Jalan Tetap Aman di Tengah Teror Bom

Ia menerangkan, wilayah di Bengkulu Selatan yang marak ditemukan kasus balita "stunting" ada di Kecamatan Seginim dan Kedurang. Pemerintah daerah telah berupaya mengotimalkan peran Puskesmas dan Posyandu guna mengatasi persoalan tersebut.

"Kami juga melakukan penyuluhan supaya anak balita 'stunting' diberi ASI eksklusif di usia 0-2 tahun dan juga diberi makanan tambahan," ujarnya.

Dinas Kesehatan mencatat penyebab utama balita menderita "stunting" di Bengkulu Selatan karena faktor pendidikan dan ekonomi lemah. "Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang asupan gizi yang tepat untuk ibu hamil dan bayi berusia seribu hari pertama kehidupan.

Selain itu, kemiskinan telah menyulitkan mereka dalam menyediakan makanan bergizi setiap hari kepada anak-anaknya," papar Redhwan.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Umum As-Syifa Manna, Erni Dasmita, menjelaskan stunting merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kognitif seseorang sehingga berdampak terhadap tingkat kecerdasan dan produktifitasnya di masa mendatang.

"Sebab sel otak anak penderita 'stunting' tidak sebanyak anak normal umumnya. Untuk itu, masyarakat perlu mengatisipasi kasus ini," katanya.

Baca Juga: Gogon Meninggal Dunia Karena Penyakit Jantung, Kenali 10 Faktor Risikonya

Ia menyarankan agar ibu hamil selalu menjaga asupan energi dan protein pada janin. Selain itu, penanganan 1.000 hari pertama kehidupan balita sangat berpengaruh dalam mengantisipasi "stunting", salah satunya dengan pemberian ASI selama dua tahun.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini